GHARAR DALAM BANCASSURANCE : ANALISIS RISIKO DAN KEPATUHAN SYARIAH

Authors

  • Muhammad Raja Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang
  • Akfini Islam Miati Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang
  • Oktofiani Istikharoh Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang
  • Muhammad Fathir Assyifa Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jemba.v3i1.2113

Keywords:

Bancassurance, Gharar, Kepatuhan Syariah, Manajemen Risiko, PerlindunganKonsumen

Abstract

The integration of the banking and insurance sectors (bancassurance) has become a vital strategy in the modern financial industry to increase fee-based income. However, this business model harbors complex sharia risks, particularly related to the element of gharar (uncertainty) and information asymmetry between banks, insurance companies, and customers. This study aims to critically analyze the potential for gharar hidden in the structure of bancassurance products—particularly investment products (unit links)—and evaluate the effectiveness of sharia contracts in mitigating it. This study uses a descriptive qualitative method with a juridical-normative approach, reviewing literature from accredited journals and Fatwas from the National Sharia Council (DSN-MUI). The results show that gharar in bancassurance often arises not in the object of insurance, but in the unclear contract mechanism (uqud murakkabah) and speculative investment projections. Sharia compliance solutions require strict implementation of hybrid contracts: wakalah bil ujrah for marketing, tabarru' for risk, and mudharabah for investment.

 

References

Agustina, R. S. (2020). Bundling Product sebagai Perjanjian Kerjasama Antara Bank dan Perusahaan Asuransi (Bancassurance) dikaitkan dengan Persaingan Usaha yang tidak Sehat. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7(1), 45-58.

Dewan Syariah Nasional MUI. (2001). Fatwa No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. Jakarta.

Dewan Syariah Nasional MUI. (2006). Fatwa No. 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah. Jakarta.

Fitriani, D., & Nisa, F. L. (2024). Analisis Praktek Larangan Maysir, Gharar, dan Riba dalam Asuransi Syariah di Indonesia. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 11(1), 2615–2622.

Nugraha, A., & Khasanah, N. (2019). Analisis Penerapan Akad Wakalah Bil Ujrah Pada Produk Bancassurance Syariah. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 11(2), 205-218.

Purba, I. A., & Maghfiroh, S. F. (2022). Peran Model Bisnis Bancassurance Melalui Nasabah Bank Syariah Dalam Meningkatkan Pendapatan. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 2(1), 1-13.

Rafsanjani, H. (2022). Analisis Praktek Riba, Gharar, Dan Maisir Pada Asuransi Konvensional Dan Solusi Dari Asuransi Syariah. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 11(1), 2615-2622.

Shohih, H., & Setyowati, R. (2021). Perspektif Hukum Islam Mengenai Praktik Gharar Dalam Transaksi Perbankan Syariah. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis dan Investasi, 12(2), 69–82.

Wahyuni, S. (2020). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Bancassurance pada Bank Syariah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 45-58

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Raja, M., Islam Miati, A., Istikharoh, O., & Fathir Assyifa, M. (2026). GHARAR DALAM BANCASSURANCE : ANALISIS RISIKO DAN KEPATUHAN SYARIAH: . JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI, 3(1), 585–593. https://doi.org/10.61722/jemba.v3i1.2113

Issue

Section

Articles