Analisis Kemitraan Lembaga Publik-Private Posyandu Dan PT Pasangkayu Dalam Program Pemberian Makanan Tambahan Di Desa Merta jaya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat

Authors

  • I Made Nopita Sari Universitas Tadulako
  • Afriani Universitas Tadulako
  • Sulfiana Universitas Tadulako
  • Lidiana Rerung Universitas Tadulako
  • Sardilo A. Batuani Universitas Tadulako
  • Inda Christi Ntauru Universitas Tadulako
  • Ni Made Manda Setiawati Universitas Tadulako
  • Dr.Nawawi Natsir, M.Si Universitas Tadulako
  • Fiki Ferianto, S.Sos.,M.P.A Universitas Tadulako
  • Dr Nuraisyah, S.Sos., M.Si Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.61722/jemba.v3i4.2541

Keywords:

kemitraan publik-privat, posyandu, pemberian makanan tambahan, gizi balita, CSR, Pasangkayu

Abstract

Salah satu strategi penting untuk meningkatkan program gizi di tingkat desa adalah kerja sama antara lembaga publik dan sektor privat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola kerja sama antara Posyandu Desa Marta Jaya dan PT Pasangkayu dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan juga untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kerja sama tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif, studi kasus, dan observasi partisipatif. Kader Posyandu, pengelola program CSR PT Pasangkayu, kepala desa, dan tenaga kesehatan Puskesmas Pasangkayu adalah informan yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi melewati tiga tahap: inisiasi, implementasi, dan evaluasi. Sementara PT Pasangkayu memberikan dana untuk operasional PMT dan menyediakan makanan bergizi lokal, Posyandu menjalankan distribusi dan memantau status gizi balita. Komitmen kelembagaan, kejelasan peran, dan komunikasi yang intens adalah komponen yang mendukung kemitraan. Keterbatasan kapasitas kader, fluktuasi pasokan bahan pangan, dan kurangnya perjanjian kemitraan formal secara tertulis adalah beberapa masalah yang dihadapi. Menurut penelitian, kemitraan publik-privat ini efektif dalam memperluas jangkauan PMT, tetapi untuk berkelanjutan, mereka memerlukan formalisasi kelembagaan yang lebih kuat.

References

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Buse, K., & Waxman, A. (2001). Public-private health partnerships: A strategy for WHO. Bulletin of the World Health Organization, 79(8), 748-754.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu. (2022). Profil Kesehatan Kabupaten Pasangkayu Tahun 2022. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu.

Februhartanty, J., Devi, A. S., Ariawan, I., Agrina, F., & Izwardy, D. (2019). Effectiveness of supplementary feeding programs for improving nutritional status of children under five: A systematic review. Public Health Nutrition, 22(16), 3026-3037. https://doi.org/10.1017/S1368980019001441

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi. Kemenkes RI.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu. Kemendagri.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 89.

Profil Desa Marta Jaya. (2023). Data Profil Desa Marta Jaya Tahun 2023. Pemerintah Desa Marta Jaya, Kecamatan Pasangkayu.

Reich, M. R. (2002). Public-private partnerships for public health. Nature Medicine, 6(6), 617-620. https://doi.org/10.1038/76173

Santoso, B., & Fitriani, R. (2021). Peran corporate social responsibility perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 12-24. https://doi.org/10.20473/jaki.v9i1.2021.12-24

Sartika, R. A. D., Zulfa, I., & Pratiwi, Y. (2020). Kinerja kader posyandu dalam pelaksanaan program gizi di puskesmas: Analisis determinan dan rekomendasi kebijakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 14(3), 145-152. https://doi.org/10.21109/kesmas.v14i3.2534

Widdus, R. (2001). Public-private partnerships for health: Their main targets, their diversity, and their future directions. Bulletin of the World Health Organization, 79(8), 713-720.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zainuddin, M., & Kurniawan, A. (2022). Analisis kemitraan lintas sektor dalam program penanggulangan stunting di Sulawesi Barat. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(4), 198-207. https://doi.org/10.22146/jkki.70012

Zubaedi. (2019). Strategi Taktis Pendidikan Karakter (untuk PAUD dan Sekolah). RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

I Made Nopita Sari, Afriani, Sulfiana, Lidiana Rerung, Sardilo A. Batuani, Inda Christi Ntauru, Ni Made Manda Setiawati, Dr.Nawawi Natsir, M.Si, Fiki Ferianto, S.Sos.,M.P.A, & Dr Nuraisyah, S.Sos., M.Si. (2026). Analisis Kemitraan Lembaga Publik-Private Posyandu Dan PT Pasangkayu Dalam Program Pemberian Makanan Tambahan Di Desa Merta jaya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat . JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI, 3(4), 149–157. https://doi.org/10.61722/jemba.v3i4.2541

Issue

Section

Articles