PENERAPAN TEKNIK COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM KONSELING INDIVIDU UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SISWA
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1778Keywords:
Kecemasan, Remaja, Bullying, Tekanan Akademik, Cognitive Behavior Therapy (CBT), Konseling IndividuAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kecemasan yang dialami oleh siswa N, faktor penyebab, gejala yang muncul, dampak yang ditimbulkan, serta efektivitas intervensi konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan empat sesi konseling, ditemukan bahwa N mengalami kecemasan yang ditandai oleh ketakutan berlebih, perilaku menarik diri, overthinking, kesulitan berkonsentrasi, dan sensitivitas terhadap penilaian sosial. Faktor penyebab kecemasan N berasal dari kombinasi faktor internal dan eksternal, termasuk pengalaman bullying, tekanan akademik dari orang tua, pola komunikasi keluarga yang kurang suportif, serta penilaian diri negatif. Gejala kecemasan berdampak pada aspek emosional, sosial, dan akademik, seperti penurunan motivasi belajar, perilaku menghindar, isolasi diri, serta ketidakstabilan emosi. Intervensi konseling menggunakan teknik CBT menunjukkan hasil yang positif; N mampu mengenali pikiran otomatis negatif, melakukan restrukturisasi kognitif, menerapkan teknik relaksasi, serta menunjukkan peningkatan dalam regulasi emosi dan keberanian menghadapi situasi akademik maupun sosial. Dengan demikian, CBT terbukti efektif dalam membantu menurunkan kecemasan N dan meningkatkan kesejahteraan psikologisnya
References
Anjarsari, T., Indra Astutik, I. R., & Indahyanti, U. (2022). Deteksi dini gangguan kecemasan menggunakan metode naïve bayes. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 07(04), 1198–1210.
Beck, JS (2020). Terapi perilaku kognitif: Dasar-dasar dan selanjutnya . Guilford Publications.Corey,
G. (2017). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy, (10th ed.). Cengage Learning. Bridley, A., & Daffin Jr, LW (2018). Esensi Psikologi Abnormal . Universitas Negeri Washington. Damayanti, N. (2024). P Pengembangan Media Poster bermuatan Teknik Self-talk untuk
Menumbuhkan Percaya Diri Siswa. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(2), 75-83.
Diferiansyah, O., Septa, T., & Lisiswanti, R. (2016). Gangguan cemas menyeluruh. Jurnal Medula Unila, 5(2), 63–68.
Eridani, D., Miftahul Rifki, M. A., & Isnanto, R. R. (2018). Sistem Pakar Pendiagnosis Gangguan Kecemasan Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Android. Edu Komputika Journal, 5(1), 62–68.
Febrianti, M., & Wulandari, S. (2021). Pendampingan psikososial untuk menurunkan kecemasan pada remaja sekolah. IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services, 2(2), 15–22. Hofmann, S. G., Asnaani, A., & Hinton, D. (2010). Cognitive behavioral therapy for anxiety disorders:
A review. Psychiatric Clinics, 33(3), 701–710.
Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Erlangga.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Gangguan Hiperkinetik: Fenomena Masalah Kesehatan Mental di Lingkungan Sekolah. Diakses dari: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/3199/gangguan-hiperkinetik-fenomena-masalah- kesehatan-mental-di-lingkungan-sekolah
Lataima, N. S., Kurniawati, N. D., & Astuti, P. (2020). Manfaat Emotional Freedom Technique (EFT) Bagi Pasien Dengan Gangguan Kecemasan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(2), 129–132.
Laely, N., Wicaksono, A. S., & Puspitaningrum, N. S. E. (2022). Pengaruh Kecemasan Akademik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Surabaya. Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi, 17(1), 64-72.
Lestari, D., & Wardani, S. (2022). Pola Asuh Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Stres dan Kecemasan Remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 4(1), 45–53.
Luo, X., Fang, L., Du, S., Zeng, S., Zheng, S., & Zhang, B. (2025). Anxiety, depressive and insomnia symptoms among patients with depression: a network perspective. BMC psychology, 13(1), 496.
Malfasari, E., Febtrina, R., Herniyanti, R., Timur, L. B., Sekaki, P., Tim, L. B., Kota, P., & Pekanbaru, K. (2020). Kondisi mental emosional pada remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 241–246
Novinta, D. N., & Mastuti, E. (2023). Can Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) Reduce Academic Anxiety in High School Students? Psikostudia : Jurnal Psikologi, 12(1), 123. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v12i1.9787
Pati, WCB, Sirajuddin, MS, & Apriawal, J. (2022). Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Remaja Di Kabupaten Konawe (SMAN 1 Anggaberi). Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat , 3 (1), 22-27
Putri, N. A., Riyadi, S. R., Juliani, D., Rahmawati, N., Sari, E. Y., Yuyun, Y., ... & Putriani, O. D. (2025). Edukasi Kesehatan Mental Pada Remaja. Jurnal Pengabdian Sosial, 2(8), 3887-3894.
Putri, N. K. R. A., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2022). Efektivitas Konseling REBT Pendekatan Teknik Self-Talk Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Siswa Kelas X SMAN “A” Denpasar. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(2), 215. https://doi.org/10.29210/1202222633
Putri, V. (2024, 4 Desember). Simak kiat remaja hadapi gangguan kesehatan mental. GoodStats Data. Diakses dari https://data.goodstats.id/statistic/simak-kiat-remaja-hadapi-gangguan-kesehatan- mental-BSNlJ
Simanjuntak, D. V., Sitompul, D. A., Nadapdap, I., Raja, S. L., & Naibaho, D. (2024). Psikologi Perkembangan pada Remaja terhadap Dampak Penggunaan Media Sosial pada Perkembangan Emosi dan Kecemasan pada Remaja. Jurnal Parenting dan Anak, 1(3), 9-9.
Simon, N., Hollander, E., Rothbaum, BO, & Stein, DJ (Eds.). (2020). Buku teks terbitan American Psychiatric Association tentang gangguan kecemasan, trauma, dan OCD . American Psychiatric Pub.
Thahir, A., & Rizkiyani, D. (2017). Pengaruh Konseling Rational Emotif Behavioral Therapy (REBT) dalam Mengurangi Kecemasan Peserta Didik Kelas VIII SMP Gajah Mada Bandar Lampung. KONSELI : Jurnal Bimbingan Dan Konseling (E-Journal), 3(2), 197–206. https://doi.org/10.24042/kons.v3i2.560
Wahyuni, N. (2022). Penerapan teknik self talk untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMP Negeri 18 Makassar.
WHO. Sexual and Reproductive Health and Research (SRH), “Understanding and addressing violence against women: health consequences,” 2012. Accessed: https://www.who.int/publications/i/item/who-RHR-12.37
WHO. (2012). Understanding and Addressing Violence Against Women: Health Consequences. WHO Publishing.
WHO. (2021). Understanding and addressing mental health in adolescents. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











