FENOMENA ALAM DALAM AL-QUR’AN : KAJIAN AYAT TENTANG HUJAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i1.1862Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena hujan dalam Al-Qur’an sebagai sumber kehidupan dengan menelusuri makna ayat-ayat yang berkaitan serta relevansinya terhadap ilmu pengetahuan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa Al- Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup umat Islam, tetapi juga memuat isyarat ilmiah yang sejalan dengan temuan sains. Fenomena hujan, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-Rûm [30]:48, QS. An-Nûr [24]:43, dan QS. Qaf [50]:9–11, menggambarkan proses atmosfer yang identik dengan konsep siklus hidrologi dalam ilmu meteorologi modern.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan tafsir maudhu’i (tematik) dan tafsir ilmi digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan hujan. Sumber data meliputi Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, literatur ilmiah bidang meteorologi dan hidrologi, serta laporan lembaga internasional seperti IPCC dan UNESCO. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelusuri kesesuaian antara penjelasan wahyu dan teori ilmiah modern.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang hujan sebagai fenomena multidimensional yang mencakup aspek spiritual, ekologis, dan ilmiah. Hujan digambarkan sebagai rahmat Allah SWT yang menjaga keseimbangan ekosistem dan menopang kehidupan di bumi. Terdapat keselarasan antara ayat-ayat Al-Qur’an tentang hujan dan konsep siklus hidrologi dalam sains modern. Selain itu, ayat-ayat tersebut juga menegaskan nilai moral dan tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Dalam konteks perubahan iklim global, pesan Al- Qur’an tentang hujan menjadi dasar spiritual dan etika ekologis untuk membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
References
Al-Maraghi, A. (1992). Tafsir Al-Maraghi. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Qur’an al-Karim.
Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2010). Biology (9th ed.). San Francisco: Pearson Benjamin Cummings.
Departemen Agama RI. (2005). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama RI.
Hamuna, B., Sari, A. N., & Alianto. (2019). Kajian Kerentanan Wilayah Pesisir Ditinjau dari Geomorfologi dan Elevasi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(1), 45–56.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Geneva: IPCC.
Kusnaedi. (2014). Hidrologi: Pengelolaan Sumber Daya Air. Bandung: Pustaka Setia.
Prasetyo, L. B. (2018). Dampak Perubahan Iklim terhadap Sumber Daya Air di Indonesia. Jurnal Geografi Lingkungan, 12(2), 77–90.
Quraish Shihab, M. (2002). Tafsir Al- Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Santoso, H. (2020). Urbanisasi dan Masalah Distribusi Air di Kota Besar Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 25(3), 112–124.
Soewarno. (1995). Hidrologi untuk Pengairan. Bandung: Nova.
United Nations (UN). (2021). World Water Development Report 2021: Valuing Water. Paris: UNESCO.
World Health Organization (WHO). (2019). Progress on Drinking Water, Sanitation and Hygiene. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










