Korupsi di Balik Jeruji: Menguak Praktik Pungutan Liar di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i3.2338Keywords:
Corruptor, Principle of Treatment and Equality, Rule of LawAbstract
The presence of luxurious cells within correctional facilities signifies an abuse of power by unethical law enforcement officials. This reflects an inequality in law enforcement and the services provided. The disparity between correctional facilities equipped with luxurious cells and those lacking proper facilities highlights the gaps within the correctional system. This research adopts a juridical-normative approach, utilizing both statutory and conceptual methods. The findings indicate that the principle of equality in treatment and service within correctional facilities remains unfulfilled, as many individuals exploit their power to obtain luxurious cell accommodations by paying high prices to corrupt officials, thus making prison facilities resemble star-rated hotels.
References
Artikel Jurnal
Arisandi, N., & Waluyo, B. (2020). Implementasi penegakan hukum tindak pidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(2).
Bator, R. J., Bryan, A. D., & Schultz, P. W. (2011). Who gives a hoot?: Intercept surveys of litterers and disposers. Environment and Behavior, 43(3), 295–315. https://doi.org/10.1177/0013916509356884
Hidayati, S. N. (2016). Pengaruh pendekatan keras dan lunak pemimpin organisasi terhadap kepuasan kerja. Jurnal Maksipreneur, 5(2), 57–66. http://dx.doi.org/10.30588/SOSHUMDIK.v5i2.164
Ladistra, T. M., & Sulistyowati, T. (2019). Peran dan fungsi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga pemasyarakatan. Jurist-Diction, 1(1).
Ohoiwutun, Y. A. T. (2014). Sel berfasilitas istimewa ditinjau dari aspek kebijakan kriminal. Masalah-Masalah Hukum, 43(4).
Utami, P. N. (2017). Keadilan bagi para narapidana di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(3).
Walukow, J. M. (2013). Perwujudan prinsip equality before the law bagi narapidana di Indonesia. Lex et Societatis, 1(1).
Yuwanta, V. M. (2019). Pemidanaan terhadap narapidana yang melakukan tindak pidana di lembaga pemasyarakatan. Jurist-Diction, 2(4).
Buku Teks
Arief, B. N. (2010). Kebijakan legislatif dalam penanggulangan kejahatan dengan pidana penjara. Semarang: Undip.
Atmasasmita, R. (2010). Sistem peradilan pidana kontemporer. Jakarta: Kencana.
Chazawi, A. (2005). Hukum pidana materiil dan formil korupsi di Indonesia. Malang: Bayumedia.
Lebacqz, K. (2015). Teori-teori keadilan (Six theories of justice). Bandung: Nusa Media.
Marzuki, P. M. (2009). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Muladi. (1995). Lembaga pemasyarakatan. Jakarta: Bina Aksara.
Rawls, J. (1971). A theory of justice. Cambridge: Harvard University Press.
Samosir, D. (1992). Fungsi pidana penjara dalam sistem pemidanaan di Indonesia. Bandung: Binacipta.
Santoso, T. (2015). Kriminologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Soekanto, S. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sudarto. (1981). Hukum dan hukum pidana. Bandung: Alumni.
Skripsi/Tesis/Paper Kerja
Paramandika, I. G. A. (n.d.). Pembinaan terhadap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Denpasar. Bali: Universitas Udayana.
Peraturan Perundang-Undangan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Pemasyarakatan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










