Penggunaan Berbagai Jenis Metode Penyimpanan Arsip Dinamis Inaktif dalam Meningkatkan Kemudahan Temu Kembali Informasi

Authors

  • Bima Rafsanjani Arirahma Politeknik Negeri Malang
  • Erlangga Andi Sukma Politeknik Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i3.2352

Keywords:

Arsip Dinamis Inaktif, Pengelolaan Arsip, temu kembali arsip

Abstract

Inactive archives are an important part of the archival system because they still have utility value even though their frequency of use has decreased. Improper archive management can cause difficulties in the information retrieval process and impact the decline in organizational work efficiency. This study aims to analyze the use of various types of inactive archive storage methods to improve the ease of information retrieval. The research method used is a qualitative approach with library research, through the review of various literature sources such as books, scientific journals, and relevant policy documents. Data collection techniques were carried out through documentation studies, while data analysis used qualitative descriptive techniques. The results of the study indicate that there are several commonly used inactive archive storage methods, namely alphabetical, numerical, subject, geographic, and chronological methods. Each method has advantages and limitations in supporting the information retrieval process. The numerical method is considered effective in managing large amounts of archives due to its structured system and high level of accuracy, while the alphabetical and subject methods are easier to use due to their intuitive nature. Geographic and chronological methods also have specific roles according to the characteristics of the archives being managed. This study also found that no single method is most effective for all organizational conditions. The implications of this research indicate that implementing a combination of several storage methods (a hybrid system) can be a more optimal solution for increasing the ease and speed of information retrieval. Furthermore, the success of archives management is also influenced by the competence of human resources and the consistency of the storage system implementation. Therefore, organizations are advised to select a storage method that suits their needs and conduct regular evaluations to improve the effectiveness of archives management.

 

Keywords: archive management; inactive dynamic archives; storage methods; information retrieval.

 

Abstrak. Arsip dinamis inaktif merupakan bagian penting dalam sistem kearsipan karena masih memiliki nilai guna meskipun frekuensi penggunaannya telah menurun. Pengelolaan arsip yang tidak tepat dapat menyebabkan kesulitan dalam proses temu kembali informasi dan berdampak pada menurunnya efisiensi kerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan berbagai jenis metode penyimpanan arsip dinamis inaktif dalam meningkatkan kemudahan temu kembali informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pengkajian berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa metode penyimpanan arsip dinamis inaktif yang umum digunakan, yaitu metode alfabetis, numerik, subjek, geografis, dan kronologis. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam mendukung proses temu kembali informasi. Metode numerik dinilai efektif dalam pengelolaan arsip dalam jumlah besar karena sistemnya yang terstruktur dan memiliki tingkat akurasi tinggi, sedangkan metode alfabetis dan subjek lebih mudah digunakan karena bersifat intuitif. Metode geografis dan kronologis juga memiliki peran tertentu sesuai dengan karakteristik arsip yang dikelola. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada satu metode yang paling efektif untuk semua kondisi organisasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kombinasi beberapa metode penyimpanan (hybrid system) dapat menjadi solusi yang lebih optimal dalam meningkatkan kemudahan dan kecepatan temu kembali informasi. Selain itu, keberhasilan pengelolaan arsip juga dipengaruhi oleh kompetensi sumber daya manusia dan konsistensi dalam penerapan sistem penyimpanan. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk memilih metode penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan serta melakukan evaluasi secara berkala guna meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip.

 

Kata kunci: pengelolaan arsip; dinamis inaktif; metode penyimpanan; temu kembali informasi.

References

Afifah, Y., & Agustin, N. (2022). Rancangan sistem penyimpanan arsip surat puskesmas dengan Microsoft Access. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 257-258. https://doi.org/10.26740/JPAP.V10N3.P256-262

Elsadantia (2023). Perkembangan Dan Peran Opac Pada Aplikasi Cip (Cerah Informasi Pustaka) Untuk Temu Kembali Informasi Di Perpustakaan Universitas Tridinanti Palembang. Jurnal Multidisipliner Bharasumba. https://doi.org/10.62668/bharasumba.v2i04.809

Hamsinah, Juwairiah, dan Asmawardah,. (2024). Mekanisme Sistem Temu Kembali Arsip. Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 12(2). https://doi.org/10.18592/pk.v12i2.13035

Harefa, Dkk. (2025). Pengantar Manajemen Kearsipan. Sumatera Barat: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Indriani, F., & Pramaesheila, F. (2019). Analisis Sistem Penyimpanan Arsip di Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung. ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis (e-Journal), 5(2). https://doi.org/10.38204/atrabis.v5i2.250

Normansyah & Arifin, J. (2020). Efektivitas Pengelolaan Arsip pada Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tabalong. JAPB, 3 (2), 1003-1015. Retrieved from https://jurnal.stiatabalong.ac.id/index.php/JAPB/article/view/332

Prasetyo, D., dan Kristianingsih, T.. (2025). Evaluasi Kode Klasifikasi untuk Penemuan Kembali Arsip di Balai Diklat Industri Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(4). https://doi.org/10.59841/intellektika.v3i4.3205

Priansa, D. J. (2017). Manajemen Perkantoran Efektif, Efisien, dan Profesional. Bandung: Alfabeta.

Putung et al., (2016). Penerapan Sistem Temu Kembali Informasi Pada Kumpulan Dokumen Skripsi. E-Journal Teknik Informatika, 8(1). https://doi.org/10.35793/jti.v8i1.12227

Sattar. (2020). Manajemen arsip inaktif (D. Novidiantoko, Ed.). Deepublish.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukma, E. A., Nikmah, F., & Ulya, I. (2022). Analisis Prosedur Penyimpanan Dan Penemuan Kembali Arsip Dinamis Untuk Menunjang Efektivitas Pengawasan Arsip Pada CV. Arjuna Flora Kota Batu. Jurnal Administrasi dan Bisnis, 16(1).

Susanti, dan Puspasari, (2020). Analisis Sistem Penyimpanan Dan Prosedur Temu Kembali Arsip Dinamis di PT Artojoyo Langgeng Jaya Abadi (JH Tech Sidoarjo). Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran, 8(2). https://doi.org/10.26740/jpap.v8n2.p241-251

Tabina, G. (2024). Analisis sistem pengelolaan arsip inaktif di PT Prima Mitra Elektrindo. Student Scientific Creativity Journal, 2(1), 48–62. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v2i1.2544

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Downloads

Published

2026-05-12

How to Cite

Arirahma, B. R., & Sukma, E. A. (2026). Penggunaan Berbagai Jenis Metode Penyimpanan Arsip Dinamis Inaktif dalam Meningkatkan Kemudahan Temu Kembali Informasi. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(3), 161–172. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i3.2352

Issue

Section

##section.default.title##