REDUPLIKASI BAHASA MELAYU RIAU DIALEK ROKAN HULU DI DESA TANJUNG BELIT
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i4.2730Keywords:
Kata kunci: Reduplikas;, Bahasa Melayu Riau; Dialek Rokan Hulu; Tanjung Belit; Morfologi.Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dokumentasi mengenai variasi bahasa lokal, khususnya penggunaan reduplikasi dalam dialek Melayu Riau di wilayah Rokan Hulu. Padahal, reduplikasi dialek lokal memiliki ciri unik yang merefleksikan kebudayaan masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis bentuk dan fungsi reduplikasi dalam bahasa Melayu Riau dialek Rokan Hulu di Desa Tanjung Belit, serta mengidentifikasi jenis dan makna gramatikalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara semi-terstruktur dan rekaman audio dari tuturan lisan masyarakat penutur asli, kemudian dianalisis berdasarkan teori morfologi Abdul Chaer. Hasil penelitian menemukan 14 data bentuk reduplikasi yang terdiri atas 10 data konsisten utuh (reduplikasi penuh) seperti urang-urang dan pagi-pagi , 1 data berulang sebagian ( pepaja ), serta 3 data berulang berkombinasi dengan pembubuhan afiks seperti moangkek-angkek . Jenis reduplikasi penuh ditemukan paling dominan, sementara reduplikasi dengan perubahan fonem tidak ditemukan. Fungsi semantis dan makna gramatikal yang dihasilkan meliputi makna jamak, intensitas atau penegasan, keberagaman, kolektif atau kebersamaan, repetitif, dan hubungan resiprokal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam dialek ini sangat produktif dan memiliki keterikatan erat dengan konteks sosial budaya setempat. Temuan ini berkontribusi penting pada penyediaan data empiris kebahasaan guna mendukung upaya pelestarian bahasa daerah dari kepunahan.
References
(Abdul Chaer, 2008)Abdul Chaer. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia. In JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan). https://doi.org/10.58258/jisip.v3i1.631
Buku, D., Optimis, G., Ahmad, K., & Rif, R. I. (2021). Jurnal PENEROKA Vol. 1, No.
(2021): Januari 2021. 1(01), 42–59.
Debora Korining Tyas. (2021). Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike
0 International License.
Erwin, E., & Loe, Y. (2017). Reduplikasi Bahasa Rote Dialek Dengka : Kajian Morfologi Generatif ( Reduplication in Dengka Dialect of Rote Language : Generative Morphology Approach ). 17(1), 26–44.
Firgiawan, W., Cokrowibowo, S., & Natsir, N. (2025). Pelatihan Pembuatan Komik Digital sebagai Sarana Pelestarian Bahasa Mandar untuk Generasi Muda. 8(1), 93–105.
البثح كلمات أسالية. ,(02)29 .230–221 (2023). A. Haqqi, & A., Haqqi,
Hasnah Faizah AR. (1994). bentuk fa tis meliputi (a) partikel, (b) kata, (c) frasa, (d) paduan fatis, dan (e) gabungan fatis.
Husband, B., & Sa, K. (n.d.). Jurnal Lisdaya | Vol. 19 | No. 1 | Juni 2023 52. 19(1), 52–62.
Ira Eko Retnosari. (2017). teori abdul chaer dalam reduplikasi - Google Scholar. Nacikit, J. (2020). Pentingnya melestarikan bahasa daerah.
Nurbaina. (2021). Reduplikasi bahasa melayu riau di desa kota medan kecamatan kelayang kabupaten indragiri hulu.
Putri, R. A. (2017). Arkhais, Vol. 08 No. 2 Juli – Desember 2017. 08(2).
Ramdari, D. P. (2022). Dialek Melayu Riau adalah - Google Scholar.
Wisyulianti. (2023). bahasa Melayu Riau kabupaten Rokan hulu - Google Scholar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











