PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN EDUKATIF MONOBILING BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI AKADEMIK SISWA KELAS IX.A DI SMP NEGERI 1 SELEMADEG TIMUR TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i4.2777Keywords:
efikasi diri akademik, experiential learning, bimbingan klasikal, media permainan edukatif, monobilingAbstract
Efikasi diri akademik merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar siswa. Rendahnya efikasi diri akademik menyebabkan siswa kurang percaya diri, mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar, serta kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media permainan edukatif monobiling berbasis experiential learning yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi produk, uji coba lapangan, dan penyempurnaan produk. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Selemadeg Timur dengan melibatkan dosen Bimbingan dan Konseling, guru BK, serta siswa kelas IX.A dan IX.B. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket respon pengguna, dan instrumen efikasi diri akademik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan efektivitas media dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Monobiling memperoleh tingkat kelayakan sebesar 80% (layak), respon peserta didik sebesar 92,50% dan respon guru BK sebesar 90% (sangat baik). Selain itu, hasil uji efektivitas menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,6251 (62,51%) dengan kategori efektif. Dengan demikian, media permainan edukatif Monobiling berbasis experiential learning layak, praktis, dan efektif digunakan dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa
References
Ardiansyah, L., & Pravesti, C. A. (2021). Pengembangan media permainan Monobiling dalam efikasi diri akademik siswa di SMA Negeri 15 Surabaya. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 8(1), 14–24. https://doi.org/10.29407/nor.v8i1.15772
Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran (Rev. ed.). PT RajaGrafindo Persada.
Bandura, A. (1977). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Psychological Review, 84(2), 191–215. https://doi.org/10.1037/0033-295X.84.2.191
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational research: An introduction (7th ed.). Allyn & Bacon.
Distira, R. P. A., Sugiyo, & Japar, M. (2019). Experiential learning strategy-based group counseling to improve self-efficacy. Jurnal Bimbingan Konseling, 8(2), 146–150. https://doi.org/10.15294/jubk.v8i2.28174
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2016). Models of teaching (9th ed.). Pearson.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kurniawan, M. I., Prasetya, A. F., Saputra, W. N. E., & Handaka, I. B. (2024). Bimbingan kelompok berbasis experiential learning melalui permainan: Mewujudkan BK yang menyenangkan. Jurnal Ilmu Bimbingan dan Konseling. https://doi.org/10.70134/bikoling.v2i2.724
Munadi, Y. (2013). Media pembelajaran. Gaung Persada.
Nisa, F., Sumaryani, R., & Hariyadi, S. (2024). Efektivitas bimbingan klasikal metode game based learning berbasis digital dalam meningkatkan efikasi diri siswa. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 9(2), 69–76. https://doi.org/10.21067/jki.v9i2.10183
Pajares, F. (2002). Overview of social cognitive theory and of self-efficacy. Emory University.
Prayitno. (2017). Konseling profesional yang berhasil: Layanan dan kegiatan pendukung. PT RajaGrafindo Persada.
Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Harjito. (2010). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. PT RajaGrafindo Persada.
Schunk, D. H. (1995). Self-efficacy and education and instruction. Educational Psychologist, 30(3), 117–137. https://doi.org/10.1207/s15326985ep3003_1
Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective (6th ed.). Pearson.
Schunk, D. H., & DiBenedetto, M. K. (2020). Motivation and social cognitive theory. Contemporary Educational Psychology, 60, Article 101832.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta.
Wahid, A., & Neviyarni. (2024). Guidance and counseling efforts to improve students' academic self-efficacy: A systematic literature review. Counsenesia Indonesian Journal of Guidance and Counseling. https://doi.org/10.36728/cijgc.v5i2.4188
Widoyoko, E. P. (2018). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.
Zimmerman, B. J. (2000). Self-efficacy: An essential motive to learn. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 82–91. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1016
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/S15430421TIP4102_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











