Praktik Distribusi Bantuan Sosial Masyarakat (Studi Kasus Warga Kecamatan Gubeng Surabaya)
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i4.2862Keywords:
Bantuan Sosial, Exclusion Error, Politisasi, Praktik Sosial, Habitus MiskinAbstract
Program bantuan sosial (Bansos) merupakan instrumen kebijakan vital pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Namun, pelaksanaannya di lapangan seringkali diwarnai oleh fenomena politisasi dan masalah ketidaktepatan sasaran (targeting). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik distribusi Bansos di masyarakat Gubeng Kertajaya 5D, mengidentifikasi kondisi objektif masyarakat, dan aktor-aktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Kecamatan Gubeng, Surabaya. Kerangka teori yang digunakan adalah Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu, dengan fokus pada konsep Habitus, Modal, dan Bidang, dikombinasikan dengan Teori Kemiskinan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan utama menunjukkan adanya Exclusion Error yang signifikan, di mana warga miskin yang paling rentan seperti lansia janda, pekerja sektor informal (pemulung/tukang becak), dan keluarga dengan tanggungan sakit kronis/berkebutuhan khusus justru tidak terdaftar sebagai penerima Bansos (PKH/BPNT) dan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS-PBI). Praktik distribusi Bansos juga diwarnai nuansa politis dan klientelisme, yang terlihat dari bantuan yang bersifat temporal dan muncul menjelang Pemilu. Secara sosiologis, kondisi ini membentuk Habitus Miskin yang ditandai oleh disposisi fatalistik, di mana Bansos dipandang sebagai 'rezeki' atau 'belas kasihan', alih-alih sebagai hak sosial warga negara. Penelitian menyimpulkan bahwa kegagalan distribusi ini berakar pada titik buta mekanisme verifikasi data di tingkat lokal dan ketiadaan integrasi data yang sistematis antara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Disarankan adanya reformasi mekanisme pendataan melalui proactive outreach dan integrasi data antar-dinas untuk memastikan perlindungan ganda bagi kelompok rentan
References
Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Democracy for Sale: Elections, Clientelism, and the State in Indonesia. Cornell University Press.
Aspinall, E., & Sukmajati, M. (2016). Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots. NUS Press.
Bank, W. (2017). Towards a Comprehensive, Integrated, and Effective Social Assistance System in Indonesia. World Bank Group.
Hanna, R., & Olken, B. A. (2018). Universal Basic Incomes versus Targeted Transfers: Anti-Poverty Programs in Developing Countries. Journal of Economic Perspectives, 32(4), 201–226.
Kementerian Sosial RI. (2022). Laporan Kinerja Kementerian Sosial Tahun 2021.
KPK. (2021). Laporan Tahunan KPK 2020: Menjaga Integritas di Masa Pandemi.
Kwon, H. J., & Kim, W. R. (2015). The Evolution of Cash Transfers in Indonesia: Policy Transfer and National Adaptation. Asia & the Pacific Policy Studies, 2(2), 425–440.
Lewis, B. D. (2017). Does Local Government Proliferation Improve Public Service Delivery? Evidence from Indonesia. Journal of Urban Affairs, 39(8), 1047–1065.
Lim, M. (2017). Freedom to hate: social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427.
Mietzner, M. (2020). Populist Anti-Scientism, Religious Polarisation, and Institutionalised Corruption: How Indonesia’s Democratic Decline Shaped Its COVID-19 Response. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 39(2), 227–249.
Perdana, A. (2014). The Future of Social Welfare Programs in Indonesia: From Fossil-Fuel Subsidies to Better Social Protection. Briefing Note. Global Subsidies Initiative & International Institute for Sustainable Development.
Sjahrir, B. S., Kis-Katos, K., & Schulze, G. G. (2013). Political budget cycles in Indonesia at the district level. Economics Letters, 120(2), 342–345.
SMERU Research Institute. (2020). The Impact of COVID-19 Outbreak on Poverty: Estimation for Indonesia. SMERU Working Paper.
Sumarto, S., Suryahadi, A., & Bazzi, S. (2008). Indonesia’s Social Protection during and after the Crisis. In Barrientos & D. Hulme (Eds.), Social Protection for the Poor and Poorest (pp. 121–145). Palgrave Macmillan.
Tapsell, R. (2021). The Pandemic Paradox in Indonesia: Rising Inequality amid Economic Downturn. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 57(2), 145–164.
TNP2K. (2021). Laporan Perkembangan Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (SDTKS). Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
World Bank. (2020). Indonesia Public Expenditure Review: Spending for Better Results. World Bank Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











