ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) DI KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3135Keywords:
Bawang Merah, Pendapatan, Kelayakan Finansial, BEP, R/C RatioAbstract
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani. Meskipun demikian, tingginya biaya produksi serta fluktuasi harga jual menyebabkan tingkat keuntungan usahatani bawang merah menjadi tidak pasti. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan serta kelayakan finansial usahatani bawang merah di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 menggunakan metode survei terhadap 173 petani yang dipilih dengan teknik proportional purposive sampling dari populasi sebanyak 1.153 petani. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Break Even Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi petani sebesar 1.345 kg per musim tanam dengan harga jual rata-rata Rp20.618/kg. Rata-rata penerimaan mencapai Rp27.731.210 per petani per musim tanam. Nilai Break Even Point produksi sebesar 667 kg dan Break Even Point harga sebesar Rp10.232/kg, sedangkan nilai R/C Ratio Rp2,01 lebih besar dari satu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produksi dan harga jual aktual telah berada di atas titik impas sehingga usahatani bawang merah di Kecamatan Rote Barat Daya layak secara finansial untuk dikembangkan. Peningkatan efisiensi penggunaan input produksi serta penguatan sistem pemasaran diperlukan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi risiko akibat fluktuasi harga.
References
Angriani, L. (2024). Analisis keayakan finansial usahatani bawang merah di Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu [Skripsi S1, Universitas Mataram]. https://eprints.unram.ac.id/44343/
Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao. (2024). Kecamatan Rote Barat Daya dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao. https://rotendaokab.bps.go.id
Djamin, Z. (2018). Analisis investasi (Edisi ke-2). PT. RajaGrafindo Persada.
Djamali, A. (2000). Pengantar ekonomi pertanian. PT. RajaGrafindo Persada.
Gittinger, J. P. (1986). Analisa ekonomi proyek-proyek pertanian (Edisi ke-2): UI-Press.
Gray, C., Simanjuntak, P., Sabur, L. K., Maspaitella, P. F. L., & Varley, R. C. G. (2016). Pengantar evaluasi proyek (Edisi revisi). PT Gramedia Pustaka Utama.
Hernanto. (2014). Ilmu usahatani. Penebar Swadaya.
Hidayati, R. (2017). Analisis kelayakan finansial usahatani bawang merah (Allium ascalonicum L.) Studi kasus Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun (Disertasi doktoral, UniversitasSumateraUtara).http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/1 0766
Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. V. (2018). Cost Accounting: A Managerial Emphasis. 16th Edition. Pearson.
Ibriani, E. (2012). Uji aktivitas antimikroba ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) secara KLT-bioautografi [Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar]. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/3997/1/ibriani
Kartikawati, H., & Widadie, F. (2025). Pendapatan dan kelayakan usahatani bawang merah (Studi kasus di Kabupaten Magetan). Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS, 9(1).
Kasmir, & Jakfar. (2018). Studi kelayakan bisnis (Edisi revisi).Kencana. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Statistik hortikultura
Indonesia. https://www.pertanian.go.id
Kotler, P., & Armstrong, G. (2004). Principles of marketing. Pearson
Maranja, N., & Saragih, E. C. (2025). Analisis kelayakan usahatani bawang merah di Tanggadu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Prosiding Seminar Nasional SATI, 4(1), 374–383.
Mubyarto. (1989). Pengantar ekonomi pertanian. LP3ES.
Prasetyo, C., Fachriyan, H. A., Ni’mah, L. U., & Subantoro, R. (2025). Kelayakan usaha tani bawang merah pada lahan marginal berpasir di M-25 Agro, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Akademik: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis, 5(1), 266–277.
Putra, W. S. (2015). Kitab herbal Nusantara: Kumpulan resep dan ramuan tanaman obat untuk berbagai gangguan kesehatan. Katahati
Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2017). Ekonomi pertanian: Pengantar, teori, dan kasus: Penebar Swadaya.
Rifai, D. (2024). Analisis kelayakan finansial usahatani bawang merah di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas (Skripsi sarjana, Universitas Jenderal Soedirman).
Rukmana, R. (2017). Bawang merah: Budidaya dan pengelolaan pascapanen.: Kanisius.
Soekartawi. (2002). Analisis usahatani: Universitas Indonesia Press.
Sulistina, B., Birnbaum, M., Erlianingsih, S., & Panjaitan, U. P. (2010). Buku panduan: Manajemen dan pencatatan usahatani. Development Alternatives Inc.
Sutarya, R., & Sopha, G. A. (2016). Bawang merah: Teknologi produksi dan pengembangan agribisnis. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-26).
Bandung: Alfabeta.
Suratiyah, K. (2006). Sistem usahatani: Konsep, pengembangan, dan kebijakan.
Bogor: IPB Press.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu usahatani. Jakarta : Penebar Swadaya.
Sukirno, S. (2016). Mikroekonomi: Teori pengantar (Edisi revisi). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Nurmalina, R., Sarianti, T., & Karyadi, A. (2023). Studi kelayakan bisnis (Edisi revisi). Bogor: IPB University
Wahyuningsih, A., Mayasari, S., Pebriarti, I. W., & Kusriadi, S. A. (2023). Literature review: Pharmacological activity and characteristics of red onion (Allium cepa L.). Indonesian Pharmacopeia Journal, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.36858/ipj.v2i2.54
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











