TARI PIRING SEBAGAI CERMINAN INTEGRASI TRADISI DAN AJARAN ISLAM: KAJIAN NILAI-NILAI KULTURAL DAN SPIRITUALISME MINANGKABAU
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1566Keywords:
Tari Piring, Minangkabau, spiritualismeAbstract
Tari Piring, tarian tradisional dari masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, tidak sekadar sebagai ekspresi seni, tetapi juga mencerminkan perpaduan antara tradisi budaya lokal dengan ajaran Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana Tari Piring menampilkan nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual dalam konteks kebudayaan Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Dengan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini menelusuri asal-usul Tari Piring, peran sosial dan budayanya, serta cara nilai-nilai moral dan spiritual Islam terefleksi melalui gerak, musik, properti, dan konteks pertunjukan. Hasil studi menunjukkan bahwa Tari Piring berfungsi sebagai sarana pendidikan nilai (value education) bagi masyarakat Minangkabau yang berlandaskan Islam, menekankan rasa syukur, keseimbangan, kerendahan hati, kerja keras, serta pengakuan terhadap kekuasaan Allah SWT. Temuan ini memiliki relevansi bagi Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama pada mata kuliah pengembangan budaya dan seni, karena Tari Piring dapat menjadi media kontekstual untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan budaya lokal.
References
Ermiyanto, & Fadriati. (2022). Integrasi nilai budaya lokal dalam pendidikan Islam kontekstual. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam, 4(1), 77–89.
Harmaen. (2023). Transformasi fungsi Tari Piring di era modern. Jurnal Seni Dan Budaya Nusantara, 12(3), 201–215.
Juliwansyah, Aliasar, & Aprison. (2022). Kearifan lokal Minangkabau dan implementasi nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Jurnal Al-Fikr, 10(1), 45–60.
Makhdum. (2024). Etika dan estetika dalam falsafah Minangkabau. Lembaga Kebudayaan Minangkabau.
Maryati, Y. S., Saefullah, A. S., & Azis, A. (2022). Pendidikan estetika spiritual dalam seni Islam. Jurnal Qolamuna, 2(1), 33–52.
Maryati, Y. S., Saefullah, A. S., & Azis, A. (2025). Landasan normatif religius dan filosofis pada pengembangan metodologi pendidikan agama islam. Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi Dan Humaniora, 1(2), 65–84.
Nasrun. (1971). Adat Minangkabau dan agama Islam. Pustaka Antara.
Navis, A. A. (1984). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan kebudayaan Minangkabau. Grafiti Pers.
Rahmi, A. (2023). Nilai gotong royong dalam seni tari tradisional Minangkabau. Universitas Negeri Padang Press.
Saefullah, A. S. (2022). Tradisi lokal sebagai laboratorium nilai Islam. Jurnal Kebudayaan Islam, 7(2), 89–104.
Saefullah, A. S. (2024). Makna filosofis Tari Piring dalam konteks masyarakat Minangkabau modern. Jurnal Seni Dan Islam, 3(1), 14–29.
Saefullah, A. S. (2025). Etnopedagogi Islam: Integrasi budaya dan pendidikan agama. Pustaka Ulumuddin.
Saefullah, A. S., & Sukmara, R. (2025). Tradisi Ngalaksa Rancakalong sebagai media pendidikan Islam berbasis budaya lokal. Jurnal Islam Nusantara, 5(1), 101–120.
Syahrial. (2020). Akulturasi Islam dan adat Minangkabau dalam seni Tari Piring. Jurnal Ilmu Budaya, 6(2), 57–72.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










