ANALISIS NILAI BUDAYA DAN FUNGSI SOSIAL ALAT MUSIK GARANTUNG SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT DAYAK NGAJU KALIMANTAN TENGAH

Authors

  • Nadzhief Fahmi Khairus Sabil UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Safinah Nur Aini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Suci Ramhadani UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Syiffa Aulia Azzahra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Eti Puji Lestari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Syairul Bahar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Farkhan Abdurochim Alfarauq UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1726

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai budaya dan fungsi sosial alat musik tradisional Garantung dalam kehidupan masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan musisi, pemandu budaya, dan seniman di Anjungan Kalimantan Tengah di TMII, serta melalui studi pustaka dari berbagai sumber etnomusikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Garantung berperan penting yang mencakup aspek sejarah, agama, budaya, dan sosial. Dalam konteks ritual, Garantung digunakan sebagai media komunikasi spiritual dalam upacara Tiwah dan dipandang sebagai instrumen suci yang menghubungkan manusia dengan roh leluhur. Secara kultural, pola ritme dan penggunaannya merepresentasikan hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan dunia spiritual. Dari aspek sosial, Garantung berfungsi untuk mempererat solidaritas masyarakat, menjadi elemen kunci dalam prosesi adat, dan berperan sebagai media pendidikan budaya dengan mewariskan teknik bermain dan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Di era modern, Garantung juga telah bertransformasi melalui keterlibatannya dalam festival budaya dan pariwisata, membuka ruang interaksi sosial yang lebih luas. Temuan ini menegaskan bahwa Garantung merupakan aset budaya penting yang mewakili identitas Dayak Ngaju dan perlu dilestarikan secara berkelanjutan.

 

 

Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai budaya dan fungsi sosial alat musik tradisional Garantung dalam kehidupan masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengrawit, pemandu budaya, dan seniman di Anjungan Kalimantan Tengah TMII, serta melalui studi literatur dari berbagai sumber etnomusikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Garantung memiliki peran penting yang mencakup aspek sejarah, keagamaan, budaya, dan sosial. Dalam konteks ritual, Garantung digunakan sebagai media komunikasi spiritual dalam upacara Tiwah dan dipandang sebagai instrumen sakral yang menghubungkan manusia dengan roh leluhur. Secara budaya, pola ritmis dan penggunaannya merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dunia spiritual. Dari aspek sosial, Garantung berfungsi memperkuat solidaritas komunitas, menjadi elemen utama dalam proses adat, serta berperan sebagai media pendidikan budaya melalui pewarisan teknik permainan dan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Di era modern, Garantung turut bertransformasi melalui keterlibatannya dalam festival budaya dan pariwisata yang membuka ruang interaksi sosial yang lebih luas. Temuan ini menegaskan bahwa Garantung merupakan aset budaya penting yang mewakili identitas Dayak Ngaju dan perlu dilestarikan secara berkelanjutan.

Kata kunci : Garantung, nilai budaya, fungsi sosial, masyarakat Dayak ngaju Kalimantan Tengah.

References

Efratama, Andin, Ji., & Asi, Y. (2023). UPAYA PELESTARIAN MUSIK TRADIDIONAL IRINGAN PENCAK SILAT MAMBUKA LAWANG SAKEPENG DALAM UPACARA ADAT PERKAWINANDAYAK NGAJU DI KELURAHAN SEPANG SIMIN, KECAMATAN SEPANG, KABUPATEN

GUNUNG MAS Efratama1, Jimy O Andin2, Yuliati Eka Asi3 123Program Studi.

Jurnal Tambuleng Pendidikan Seni Drama, Tari an Musik, 4(1), 46–60.

Handayani, F., Sugandi, & Ghufron. (2019). Makna Gong sebagai Media Komunikasi bagi Suku Dayak Benuaq di Kampung Lambing Kecamatan Muara Lawa Kabupaten Kutai Barat. Ilmu Komunikasi, 7(1), 1–15.

Jonathan, J., Darma, W. D., Timotius, F. A., Sintalegawa, J. A., & Munthe, Y. (2023). Preservation of the Musical Instruments: Katambung , Garantung, Rabab, Sape and Kecapi in Central Kalimantan. Harmonia : Journal of Music and Arts, 1(1), 26–42. https://doi.org/10.61978/harmonia.v1i1.83

Josela, T., Kristen, U., & Wacana, D. (2025). Konsep Kosmotheandrik dalam Tradisi Tiwah Suku Dayak Ngaju pada Konteks Pluralisme Agama. 3, 308–330.

Lestari, A. D., Saragih, H. M., & Lestari, D. (2022). Komodifikasi Ritual Tiwah Suku Dayak Ngaju Kabupaten Kotawaringin Timur. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 6(1), 444–468. https://doi.org/10.47313/jkik.v6i1.1780

Malania, I. (2019). RITUAL TIWAH SANDUNG RUNI DAN TIWAH SANDUNG

TULANG ( Studi Kasus Keluarga Gi dan Keluarga Ru Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan ). Jurnal Sosiologi, 2(2), 81–90.

Muda, K. (2020). MUSIK SAKEPENG DALAM UPACARA PANGANTEN HAGUET SUKU DAYAK NGAJU DI KOTA PALANGKARAYA KALIMANTAN

TENGAH. Selonding Jurnal Etnomusikologi, 16(2), 70–90.

Rachman, F. (2010). MUSIK GARANTUNG DALAM UPACARA TIWAH SUKU

DAYAK NGAJU DI KALIMANTAN TENGAH. In Perancangan Program Acara Televisi Feature Eps. Suling Gamelan Yogyakarta.

Sriyana, S., & Hiskiya, H. (2020). Makna Simbolik Perkawinan Adat Dayak Ngaju Di Kota Palangka Raya. Anterior Jurnal, 20(1), 83–95. https://doi.org/10.33084/anterior.v20i1.1546

Sugiyanto, S., & Pransinartha, P. (2025). Inculturation of Dayak Ngaju Traditional Music in Youth Christian Religious Education at Kalimantan Evangelical Church. Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-424-2_10

Trisna loli anjani. (2020). FUNGSI TARI MANGANJAN DALAM UPACARA TIWAH DAYAK NGAJU DI KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH. 1–17.

Downloads

Published

2025-12-06

How to Cite

Nadzhief Fahmi Khairus Sabil, Safinah Nur Aini, Suci Ramhadani, Syiffa Aulia Azzahra, Eti Puji Lestari, Syairul Bahar, & Farkhan Abdurochim Alfarauq. (2025). ANALISIS NILAI BUDAYA DAN FUNGSI SOSIAL ALAT MUSIK GARANTUNG SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT DAYAK NGAJU KALIMANTAN TENGAH. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 3(6), 717–725. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1726

Issue

Section

##section.default.title##

Most read articles by the same author(s)