HUBUNGAN GAYA HIDUP SEDENTARY PADA RESIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 GEN Z
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1764Abstract
Gaya hidup sendentary semakin sering ditemui pada kalangan Generasi Z seiring dengan meningkatnya pemakaian alat elektronik, minimnya aktivitas fisik, serta kebiasaan berdiam diri dalam periode waktu yang panjang. Keadaan ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk Diabetes Melitus Tipe 2. Literatur review ini bertujuan mengidentifikasi hubungan gaya hidup sendentary dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Generasi Z. Metode penulisan yang diterapkan yaitu dengan melakukan pencarian terhadap berbagai artikel ilmiah, pencarian dilakukan dengan basis data seperti Google Scholar dan PubMed dengan batasan waktu publikasi tahun 2020–2025, berfokus pada populasi usia 12–26 tahun. Hasil telaah menunjukkan bahwa lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk, minimnya aktivitas fisik, serta perilaku kurang gerak secara nyata memiliki hubungan dengan peningkatan resistensi insulin, bertambahnya berat badan, obesitas sentral, serta gangguan metabolisme glukosa. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa Generasi Z memiliki kecenderungan minimnya aktivitas fisik yang disebabkan oleh tingginya frekuensi dalam penggunaan perangkat digital, pembelajaran daring, dan aktivitas kerja berbasis layar. Faktor pendukung lain mencakup pola makan yang tidak baik, mengonsumsi makanan yang instan, serta kurangnya edukasi mengenai risiko sendentary. Secara keseluruhan, literatur review ini memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup sendentary serta peningkatan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Generasi Z. Maka, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan, peningkatan aktivitas fisik harian, serta intervensi berbasis gaya hidup untuk meminimalisir angka kejadia risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada generasi Z.
References
Ambarita, D. D. L., Prabawati, D., & Hidayah, A. J. (2022). Hubungan Gaya Hidup Sedentary Terhadap Kejadian Tinggi Prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Johar Baru. Jurnal Ilmiah Keperawatan SHT, 17(1), 1-5.
Andriyani, F. D., Biddle, S. J., & De Cocker, K. (2021). Adolescents’ physical activity and sedentary behaviour in Indonesia during the COVID-19 pandemic: a qualitative study of mothers’ perspectives. BMC public health, 21(1), 1864.
Aprilia, R., Sriati, A., & Hendrawati, S. (2020). Tingkat kecanduan media sosial pada remaja. Journal of Nursing Care, 3(1).
Jariana, J., Sudirman, S., & Afni, N. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Diabetes Mellitus Pada Pasien Rawat Jalan Di Rsud Mamuju Utara. Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1).
Julliyana, R., Sopiah, P., & Rosyda, R. (2024). Hubungan Perilaku Sedentary lifestyle dengan Tingkat Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Remaja. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 7(1), 116-123.
Mare, A. C. B., & Prasetiani, A. G. (2022). The Relationship Between Sedentary Lifestyle And Blood Glucose Levels In Nursing Students. The Relationship Between Sedentary Lifestyle And Blood Glucose Levels In Nursing Students, 7(2), 128-132.
Rofiqoh, S., Widyastuti, W., Aroh, I., & Fijianto, D. (2023). Fruit and Vegetable Eating Habits and Adolescent Physical Activity as an Identification of Diabetes Risk Factors. University Research Colloqium, 1564–1570.
Sipayung, R., & Siregar, F. A. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Perempuan Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2017. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran, Dan Ilmu Kesehatan, 2(1), 78–86.
Thahir, A. I. A., & Masnar, A. (2021). Obesitas Anak dan Remaja: Faktor Risiko, Pencegahan, dan Isu Terkini. Edugizi Pratama Indonesia.
Ulya, N., Sibuea, A. Z. E., Purba, S. S., Maharani, A. I., & Herbawani, C. K. (2023). Analisis Faktor Risiko Diabetes Pada Remaja Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2332-2341.
World Health Organization. (2020). WHO Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











