PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERUBAHAN SIKAP MASYARAKAT MELALUI INTERVENSI EDUKASI KOMPREHENSIF DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN RABIES DI DAERAH ENDEMIK
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1767Keywords:
Rabies, Pengetahuan, Sikap, Peran Petugas Kesehatan, Peran Petugas Kesehatan Hewan, Pencegahan Rabies.Abstract
Abstrak. Latar Belakang: Indonesia masih termasuk wilayah endemis rabies dengan peningkatan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) setiap tahun. Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah dengan jumlah populasi hewan penular rabies yang tinggi sehingga risiko penularan cukup besar. Faktor perilaku, pengetahuan, dan sikap masyarakat memegang peran penting dalam pencegahan rabies. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan hewan, dan peran petugas kesehatan terhadap upaya pencegahan rabies pada masyarakat di Desa Ta’binjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Metode: Literature review dilakukan dengan menganalisis isi lima jurnal yang membahas rabies, baik dari aspek perilaku masyarakat, peran tenaga kesehatan, determinan tindakan pencegahan, kesadaran pemilik hewan, maupun penerapan sistem pendukung keputusan dalam vaksinasi rabies. Analisis dilakukan secara naratif dengan melihat kesamaan temuan, perbedaan, dan kontribusi tiap penelitian. Hasil: Review menujukan bahwa Pengetahuan dan sikap masyarakat secara konsisten menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap tindakan pencegahan rabies, Peran petugas kesehatan dan kesehatan hewan pada beberapa penelitian tidak selalu signifikan, tetapi tetap berkontribusi penting dalam edukasi dan surveilans, Dukungan lingkungan sosial seperti tokoh masyarakat, berhubungan dengan kepatuhan masyarakat dalam penanganan gigitan HPR, Status vaksinasi hewan peliharaan masih rendah, sebagian besar pemilik belum melakukan vaksinasi rutin, Teknologi seperti metode PROMETHEE terbukti mampu membantu pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas vaksinasi hewan berdasarkan kriteria umur, biaya, kondisi kesehatan hewan, dan riwayat vaksin (Pualapu, 2025). Kesimpulan: Sikap dan pengetahuan masyarakat berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan rabies (Purnamasari et al., 2025). Sementara itu, peran petugas kesehatan dan petugas kesehatan hewan tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang memengaruhi tindakan pencegahan rabies. Saran: Pemerintah desa, puskesmas, serta petugas kesehatan hewan perlu meningkatkan kegiatan edukasi, penyuluhan, dan vaksinasi hewan secara berkala. Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan, menjaga pola pemeliharaan hewan secara benar, serta segera mencari layanan kesehatan saat mengalami gigitan hewan penular rabies.
References
Samsudrajat S, A., Hariani, E., Hapsari, D. I., & Agustina. (2024). Analisis Hubungan Faktor Determinan dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Rabies di Sepauk.
Pratiwi, A. R., Jafar, N., & Arman. (2024). Hubungan Perilaku Masyarakat Dan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Pencegahan Rabies Di Desa Ta'binjai Kec. Tombolo Pao Kab. Gowa Tahun 2024.
Purnamasari, K., Putri, B. R., & Fuddin, M. N. (2025). Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pemilik Terhadap Risiko Penularan Rabies Dari Hewan Peliharaannya. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(12).
Pualapu, H. R. (2025). Penentuan Pemberian Vaksinasi Rabies Dengan Menggunakan Metode Promethee.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Situasi rabies di Indonesia tahun 2023. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit..
World Health Organization. (2023). Rabies: Key facts. WHO.
Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Chain of infection. CDC.
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.
Turban, E., Sharda, R., & Delen, D. (2011). Decision support and business intelligence systems. Pearson.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











