PKMS PEMBERANTASAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU UNTUK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU BERESIKO DI KECAMATAN MANGANITU : LITERATURE RIVIEW

Authors

  • Iqbal Ihsanul Haqim Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya
  • Miftahul Falah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i1.1825

Keywords:

Kata kunci: pemberantasan, TB paru, penderita, berisiko

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) atau TB paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu yang panjang karena bakteri tersebut memiliki ketahanan yang tinggi terhadap asam. Kecamatan Manganitu merupakan wilayah dengan kasus TB paru tertinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tujuan: untuk menurunkan angka kasus TB paru serta memperkuat nilai dan perilaku kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Manganitu mulai akhir Mei 2022 hingga November 2022 dan melibatkan delapan pasien. Metode: Pelaksanaan Program ini mencakup tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pada tahap persiapan, tim merumuskan rencana kerja, menyiapkan materi edukasi, serta menata sarana, prasarana, dan struktur organisasi pelaksana. Tahap pelaksanaan mencakup skrining pasien, pemeriksaan sputum di laboratorium, pemberian obat OAT, evaluasi hasil terapi setelah dua bulan pengobatan, serta pemberian makanan bergizi tinggi. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui evaluasi formatif dan sumatif untuk menilai capaian program. Hasil: pelaksanaan menunjukkan bahwa Program Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus ini berlangsung efektif, didukung oleh kerja sama yang baik antara petugas puskesmas, dokter, pasien, dan keluarga pasien. Kesimpulan: Stimulus ini berlangsung dengan baik karena kerjasama yang baik dengan pasien, petugas Puskesmas, dokter dan keluarga Pasien. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi, pemantauan kasus berisiko, dan kerja sama lintas sektor agar upaya pemberantasan tuberkulosis paru di Kecamatan Manganitu berjalan lebih efektif.

References

Dafrianita, Yarsi, Rizki Syafril, and Negeri Padang. 2025. “COMMUNITY CULTURAL CHALLENGES IN IMPLEMENTING THE TUBERCULOSIS ERADICATION PROGRAM AT BERINGIN SAKTI COMMUNITY HEALTH CENTER 2023-2024.” 9(4): 1158–66. doi:10.36526/js.v3i2.5820.

Lina Yunita, Rasi Rahagia, Fauziah H. Tambuala, A. Auyatni Musrah, Andi Asliana Sainal, Suprapto. 2023. “Efektif Pengetahuan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Tuberkulosis.” 1(2): 186–93.

Pemberantasan, Dan, Penyakit Tuberkulosis, Dwi Nopriyanto, Bahtiar Bahtiar, Rita Puspasari, Syukma Rhamadani, and Faizal Nur. 2024. “Program Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan.” 2(1): 1–6.

Saranani, Muhaimn. 2025. “Identifikasi Peran Masyarakat Dan Tenaga Kesehatan Pemberantasan Tb Paru Diwilayah Kerja Puskesmas Soropia Dalam Identification of the Roles of the Community and Health Workers in Tuberculosis Control in the Soropia Public Health Center Working Area.” 17(1): 119–29. doi:10.36990/hijp.v17i1.1682.

Sianturi, Efendi, Elisabeth Surbakti, Maida Pardosi, and Julietta Hutabarat. 2025. “Edukasi Pencegahan Dan Penanggulangan Tuberkulosis Kepada Remaja Peduli Akan Kesehatan Sebagai Strategi Preventif Di SMA N 1 Kutalimbaru.” 5(2).

Downloads

Published

2025-12-14

How to Cite

Iqbal Ihsanul Haqim, & Miftahul Falah. (2025). PKMS PEMBERANTASAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU UNTUK PENDERITA TUBERKULOSIS PARU BERESIKO DI KECAMATAN MANGANITU : LITERATURE RIVIEW. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(1), 36–42. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i1.1825

Issue

Section

##section.default.title##

Most read articles by the same author(s)