HUBUNGAN ANTARA TINGKAT IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOP) PADA PERSEPSI KEAMANAN UNTUK KERJA K3 KARYAWANDI AREA KETINGGIAN GEDUNG PROYEK FIB UGM ( STUDI KASUS : PT.CENDANA JAYA MANDIRI )

Authors

  • Kristin Naibaho Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Ayudyah Eka Apsari Universitas Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i4.2728

Keywords:

Location Quotient (LQ); Geographic Information System (GIS); Analytical Hierarchy Process (AHP); Water Spinach; Expert Choice; Industrial Location

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan gedung bertingkat FIB C Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Proyek konstruksi vertikal secara alamiah memiliki kompleksitas tinggi dan risiko kecelakaan kerja yang signifikan. Mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum,pengendalian risiko pada proyek ini dilakukan secara ketat melalui metode pengamatan langsung dan analisis lapangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor pemicu kecelakaan kerja, menilai potensi bahaya menggunakan pendekatan Hazard and Operability Study (HAZOP), serta merumuskan langkah-langkah preventif yang efektif. Berdasarkan hasil analisis tingkat risiko, persentase keparahan bahaya didominasi oleh kategori Fatal sebesar 34,1% dan Berat sebesar 27,3%. Sementara itu, kategori Sedang mencakup 20,5%, disusul oleh kategori Ringan sebesar 13,6% dan Sangat Ringan sebesar 4,5%. Meskipun akumulasi potensi dampak kecelakaan berisiko fatal dan berat mencapai angka dominan yaitu 61,4%, hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pembangunan Gedung FIB C UGM berhasil mencapai target Zero Accident (nol kecelakaan kerja) selama masa konstruksi. Keberhasilan yang signifikan ini didorong oleh pengawasan melekat yang dilakukan oleh tim safety secara langsung di area kerja. Selain itu, faktor kunci lainnya adalah kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang disiplin melalui penyuluhan berkala, serta penerapan Tool Box Meeting (TBM) secara konsisten sebagai pengarahan keselamatan sebelum memulai aktivitas pekerjaan harian.

 

Kata Kunci: Hazard and Operability Study (HAZOP), Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Zero Accident, Tool Box Meeting, Konstruksi Gedung.

References

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Z., et al. (2024). Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3Pekerjaan Interior Gedung Bertingkat Menggunakan Metode HAZOP.

ISO 31000:2018) tentang Risk Management – Guidelines.

Kusumastuti,. et al. (2024). Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (Hazop) dan Job Safety Analysis (Jsa) Dalam Mencegah Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja.

Musa, M. A., et al. (2022). Application Of Hazard And Operability (HAZOP) Study For Occupational Health And Safety Risk Assessment In Construction Projects.

Pratama, et al. (2022). Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (k3) pada pekerjaan welding at height dengan metode Hazard And Operability Study (Hazop) dan Job Safety Analysis (Jsa).

Pratimi, M., & Anggraini, W. (2026). Implementasi Teori Desain Arsitektur Dalam Pelaksanaan Kerja Praktik Arsitektur Pada Pemasangan Plafon Gypsum.

Purwanty, P., & Soewarno, N. (2023). Penerapan Desain dan Metode Kerja Plafond pada Gedung Serbaguna Universitas Jenderal Achamad Yani.

Ramadhan, A., & Wijaya, T. (2021). Analisis risiko keselamatan kerja pada pemasangan curtain-wall gedung bertingkat dengan metode Modified Hazard and Operability study (HAZOP).

Rendjani. et al. (2021). Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Hiradc Pada Proyek Konstruksi Gedung.

Siddiquia, N. A., Nandan, A., Sharmaa, M., & Srivastavaa, A. (2014). Risk Management Techniques HAZOP & HAZID Study.

Ss, P. N. P.,& Soewarno, N. (2023). Analisis Risiko Pada Pemasangan Plafon Menggunakan Body Harness Dengan Metode Jsa.

Standart AS/NZS 4360 Australian Standard / New Zealand Standard 4360.

Budhi, A. S., Alvian, M. Y., & Rahmah, S. N. (2022). Analisis Potensi Bahaya Dengan Metode Hazop (Hazard and Operability Study). Jurnal LOGIC (Logistics & Supply Chain Center), 1(2), 49–58.

Kusumastuti, T., Eliza, C. P., Hanifah, A. N., & Choirala, Z. M. (2024). Identifikasi bahaya dan metode identifikasi bahaya pada proses industri dan manajemen risiko. Environment Education and Conservation, 1(1), 37–50. https://doi.org/10.61511/educo.v1i1.2024.527

Savitri, E. D. Y., Lestariningsih, S., & Mindhayani, I. (2021). Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) (Studi Kasus: CV. Bina Karya Utama). Jurnal Rekayasa Industri (Jri), 3(1), 51–61. https://doi.org/10.37631/jri.v3i1.291

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Naibaho, K., & Ayudyah Eka Apsari. (2026). HUBUNGAN ANTARA TINGKAT IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOP) PADA PERSEPSI KEAMANAN UNTUK KERJA K3 KARYAWANDI AREA KETINGGIAN GEDUNG PROYEK FIB UGM ( STUDI KASUS : PT.CENDANA JAYA MANDIRI ) . JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(4), 507–520. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i4.2728

Issue

Section

##section.default.title##