Literature Review : Pengaruh kompres hangat terhadap dismenore ditingkat SMK

Authors

  • Sri Suryani Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Lilis Lismayanti Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i1.1820

Abstract

Dismenore adalah keluhan menstruasi yang dialami banyak remaja perempuan dan sering mempengaruhi proses belajar dan kondisi sehari-hari mereka. Metode non- farmakologis, salah satunya kompres hangat, sering dipilih karena dianggap aman serta praktis untuk digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas penggunaan kompres hangat dalam mereduksi intensitas nyeri haid pada siswi tingkat SMK melalui pendekatan literature review. Metode analisis dilakukan menggunakan panduan PRISMA dengan menyeleksi artikel full text tahun 2020– 2025 yang relevan dan memiliki desain eksperimen atau quasi-eksperimen. Empat artikel yang memenuhi kriteria dianalisis dan menunjukkan hasil yang konsisten. Seluruh penelitian menyimpulkan bahwa kompres hangat efektif menurunkan intensitas dismenore melalui mekanisme peningkatan vasodilatasi, perbaikan aliran darah, dan relaksasi otot polos uterus. Efektivitas ini terlihat dari penurunan signifikan skor nyeri setelah intervensi pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol. Dengan demikian, kompres hangat dapat direkomendasikan sebagai intervensi mandiri yang aman, murah, dan mudah diterapkan untuk meredakan keluhan nyeri haid pada remaja perempuan.

References

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2016). Gizi dan kesehatan. Kencana.

Amaliya, A. (2017). Prevalensi dismenore pada wanita usia produktif. Jurnal Kebidanan, 5(1), 45–52.

Anugroho, H. (2011). Prevalensi dismenore pada remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 2(3),112–119.

Irianto, K. (2014). Kesehatan reproduksi. Alfabeta.

Ismalia, R. (2019). Dismenore dan dampaknya pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 87–95.

Lestari, W. A., Priwahyuni, Y., & Vita, C. G. P. (2020). Pengaruh kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada siswi SMK Negeri 1 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2020. Media Kesmas, 1(2), 253–260. https://doi.org/10.25311/kesm as.Vol1.Iss2.5

Manuaba, I. B. G. (2010). Ilmu kebidanan, kandungan, dan kesehatan reproduksi. EGC.

Marlina, M. (2012). Persepsi masyarakat terhadap nyeri haid dan penanganannya. Jurnal Kesehatan Wanita, 4(1), 22–29.

Merdianita, F. (2013). Efektivitas kompres hangat terhadap penurunan nyeri haid. Jurnal Keperawatan, 2(1), 15–20.

Melinda, P., & Napitupulu, I. S. (2025). Efektivitas terapi kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenore. Jurnal Keperawatan, 10(1), 1–8.

Mouliza, N., Chaniago, A. D., & Insani, S. D. (2023). Pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri menstruasi pada siswi SMK. Jurnal Kebidanan, 8(1), 20–26.

Mulastin, M. (2011). Angka kejadian dismenore di Indonesia. Jurnal Kesehatan, 3(2), 67–74.

Rahmadhayanti, D., et al. (2017). Faktor penyebab dismenore pada remaja putri. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 6(2), 120–129.

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Sri Suryani, & Lilis Lismayanti. (2025). Literature Review : Pengaruh kompres hangat terhadap dismenore ditingkat SMK. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(1), 109–116. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i1.1820

Issue

Section

##section.default.title##

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>