MEMBANGUN KESADARAN ANTI-BULLYING MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Studi Pelaksanaan di SMA Islam Al Ulum Terpadu Medan)

Authors

  • Wan Hanis Masfufah Al Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Uli Makmun Hasibuan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Tasya Putri Cahaya Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Dwi Atika Zahra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i3.2481

Keywords:

group guidance, bullying, prevention, empathy, school counseling, Al Ulum High School

Abstract

Bullying in the school environment is a serious problem that has a broad impact on students' mental health and academic achievement. This article describes the implementation of Group Guidance (BKp) services with an anti-bullying theme which was carried out in a special room at the Al Ulum Integrated Islamic High School in Medan involving three female students from the Muhammadiyah University of North Sumatra, Wan Hanis, Tasya, and Dwi Atikah and five students as active participants. Activities are designed using four stages of BKp services: formation, transition, core activities, and termination. The formation stage begins with greetings, introductions between counselors and participants, and reading prayers. After that, Wan Hanis asked questions about the meaning of bullying to explore the participants' initial understanding, followed by delivering material using image poster media displayed on an Android tablet, covering the meaning of bullying, forms of bullying, the consequences of bullying for perpetrators, victims and schools, the causes of bullying, and how to prevent it. The participants responded actively and critically, revealing their experiences and views on the phenomenon of bullying at school. Observation results show increased understanding and the emergence of a collective commitment to creating a safe school environment. This article confirms that the structured BKp intervention is effective as a medium for primary prevention of bullying in secondary schools.

References

Astuti, P. R. (2020). Meredam bullying: 3 cara efektif menanggulangi kekerasan pada anak. Grasindo.

Hartinah, S. (2021). Konsep dasar bimbingan kelompok (Edisi revisi). Refika Aditama.

Hidayati, N. (2022). Bullying pada anak: Analisis dan alternatif solusi. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i1.3549

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Kemendikbud.

KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). (2022). Laporan tahunan perlindungan anak 2022. Komisi Perlindungan Anak Indonesia. https://www.kpai.go.id

Mulawarman, M., & Antari, P. (2023). Efektivitas bimbingan kelompok berbasis psychological safety dalam menurunkan perilaku bullying siswa SMA. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 8(2), 45–55. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.3812

Ningrum, D. W., & Cahyono, H. (2023). Dampak psikologis bullying pada remaja sekolah menengah: Kajian sistematis. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 12(1), 22–34.

Nurmalasari, Y., & Windi, A. (2021). Cyberbullying pada remaja Indonesia di era pandemi: Prevalensi dan faktor risiko. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 112–121. https://doi.org/10.26858/jppk.v7i2.20516

Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell Publishing.

Prasetyo, A. B. E. (2021). Peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi bullying di sekolah menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.30598/jbkt.v5i1.1198

Prayitno, & Amti, E. (2017). Dasar-dasar bimbingan dan konseling (Cetakan ke-3). Rineka Cipta.

Rakhmat, J., & Suherman, U. (2020). Persepsi siswa SMA terhadap perilaku bullying verbal dan relasional. Jurnal Ilmu Pendidikan, 26(2), 65–74.

Salmivalli, C. (2010). Bullying and the peer group: A review. Aggression and Violent Behavior, 15(2), 112–120.

Sibarani, R. S. (2024). Strategi Dalam Membantu Anak yang Mengalami Kesulitan Membaca di Usia Normal Pada Siswa SD. Abdimas Indonesia, 1(2), 26–32.

Susanti, R., & Fadillah, A. (2022). Fenomena bullying di sekolah menengah Indonesia: Perspektif budaya dan hierarki sosial. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 78–90. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i1.42678

Suryani, L., & Puspitasari, D. (2022). Pengaruh bimbingan kelompok terhadap peningkatan empati dan penurunan perilaku bullying pada siswa SMA. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(2), 134–143. https://doi.org/10.29210/147800

UNICEF Indonesia. (2020). Situasi anak di Indonesia: Tren, peluang, dan tantangan dalam memenuhi hak-hak anak. UNICEF Indonesia.

Wiyani, N. A. (2021). Save our children from school bullying. Ar-Ruzz Media.

Yayasan Sejiwa. (2023). Bullying: Mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar anak. Grasindo.

Downloads

Published

2026-06-08

How to Cite

Wan Hanis Masfufah Al, Uli Makmun Hasibuan, Tasya Putri Cahaya, & Dwi Atika Zahra. (2026). MEMBANGUN KESADARAN ANTI-BULLYING MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (Studi Pelaksanaan di SMA Islam Al Ulum Terpadu Medan). JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(3), 696–706. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i3.2481

Issue

Section

##section.default.title##