LANSKAP LINGUISTIK DI STASIUN BOJONG GEDE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3180Keywords:
lanskap linguistik, bilingual, ruang publik, fungsi informasi praktis, Stasiun Bojong GedeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa dan fungsi informasi praktis dalam lanskap linguistik di Stasiun Bojong Gede. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan pencatatan terhadap tandatanda bahasa di ruang publik Stasiun Bojong Gede. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 45 data lanskap linguistik yang terdiri atas bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bilingual, dan campur kode. Penggunaan bahasa yang paling dominan yaitu bilingual sebanyak 33 data (73,33%), diikuti campur kode sebanyak 7 data (15,55%), bahasa Indonesia sebanyak 4 data (8,88%), dan bahasa Inggris sebanyak 1 data (2,22%). Dominasi penggunaan bilingual menunjukkan adanya perpaduan bahasa dalam penyampaian informasi publik yang bertujuan agar pesan mudah dipahami serta mencerminkan citra modern dan profesional. Selain itu, ditemukan fungsi informasi praktis berupa media informasi, petunjuk arah, petunjuk layanan, petunjuk keselamatan, imbauan, larangan, dan pelayanan masyarakat. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi teks iklan, slogan, dan poster kelas VIII SMP.
References
Backhaus, P. (2007). Linguistic landscapes: A comparative study of urban multilingualism in Tokyo. Multilingual Matters.
BenRafael, E., Shohamy, E., Amara, M. H., & TrumperHecht, N. (2006). Linguistic landscape as symbolic construction of the public space: The case of Israel. International Journal of Multilingualism, 3(1), 7–30. https://doi.org/10.1080/14790710608668383
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Hidayat, A., & Lestari, S. (2022). Penelitian deskriptif kualitatif dalam kajian sosial dan humaniora. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan (JIIP), 5(3), 789–796. https://jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/3506
Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic landscape and ethnolinguistic vitality: An empirical study. Journal of Language and Social Psychology, 16(1), 23–49. https://doi.org/10.1177/0261927X970161002
Makasambe, dkk. (2024). (Lengkapi sesuai data bibliografi pada daftar pustaka skripsi).
Rahmawati, L., & Suryadi, T. (2023). Pendekatan deskriptif kualitatif dalam penelitian bahasa dan budaya. Literasiologi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora, 10(1), 66–78. https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/674
Shohamy, E. (2006). Language policy: Hidden agendas and new approaches.Routledge.
Suratiningsih, M., & Cania, P. Y. (2022). Kajian sosiolinguistik: Alih kode dan campur kode dalam video podcast Dedy Corbuzier dan Cinta Laura. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 244–251. http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/209
Yendra, & Artawa, K. (2020). Lanskap linguistik: Pengenalan, pemaparan, dan aplikasi. Deepublish.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











