Manajemen Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Karakter Siswa Putri Di MTS Darunnajah 2 Cipining Bogor

Authors

  • Helin Suhendi Universitas Darunnajah
  • Yogi Saputra Universitas Darunnajah
  • Anjaludin Anjaludin Universitas Darunnajah

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3171

Keywords:

manajemen bimbingan dan konseling, pengembangan karakter, siswa madrasah tsanawiyah, pesantren

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen bimbingan dan konseling dalam mengembangkan karakter siswa di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan ditentukan secara purposif, terdiri atas Kepala MTs Darunnajah 2 Cipining, Kepala Divisi Bimbingan dan Konseling, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bimbingan dan konseling di MTs Darunnajah 2 Cipining dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen. Pertama, perencanaan berupa penyusunan program tahunan dan program semester berbasis kebutuhan siswa yang bersumber dari informasi guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran, serta mengacu pada nilai Panca Jiwa Pesantren. Kedua, pengorganisasian berupa pembagian tugas antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, dan musyrif asrama yang tercantum dalam struktur organisasi madrasah. Ketiga, pelaksanaan melalui bimbingan klasikal, konseling individu, dan bimbingan kelompok yang diperkuat pembiasaan harian di sekolah dan asrama. Keempat, pengawasan melalui monitoring berkala, evaluasi akhir semester, dan tindak lanjut perbaikan program. Pengembangan karakter difokuskan pada nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antarunsur pembina, dan budaya kekeluargaan serta ukhuwah pesantren yang memungkinkan pembinaan berlangsung 24 jam. Faktor penghambat meliputi padatnya kegiatan siswa, keterbatasan ruang konseling yang privat, rasio guru BK yang belum ideal, keterbatasan komunikasi dengan orang tua, dan sebagian siswa yang belum terbuka.

References

Aqib, Z. (2020). Bimbingan dan Konseling. Bandung: Yrama Widya.

Dahlan, A. C. (2021). Bimbingan dan Konseling Islam: Sejarah, Konsep, dan Pendekatan. Yogyakarta: Pura Pustaka.

Dahlan, S. (2020). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Effendi, K. (2018). Efektivitas Program Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Karakter Kerjasama Siswa Kelas Rendah.

Faridah, N. (n.d.). Manajemen Layanan Bimbingan Konseling dalam Membentuk Sikap Disiplin Siswa Sekolah Dasar.

Fitriani, Erda, Neviyarni, Mudjiran, & Nirwana, H. (2022). Problematika Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 1(4), 275–282.

Gunawan, H. (2022). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program (5th ed.). Alexandria: American Counseling Association.

Hidayat, W. (2020). Manajemen Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik.

Koesoema, A., & Doni. (2018). Strategi Pendidikan Karakter: Revolusi Mental dalam Lembaga Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Lickona, T. (2022). Educating for Character. Jakarta: Bumi Aksara.

Mansoor. (2016). Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Menengah.

Mulyasa. (2011). Manajemen Pendidikan Karakter. jakarta: PT. Bumi Aksara.

Nursalim, M., & Sutikno. (2015). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Prayitno. (2021). Landasan dan Arah Konseling Profesional: Konseling adalah Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Prayitno, & Amti, E. (2015). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Samani, Muchlas, & Hariyanto. (2017). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Setiawan, P. (2015). Implementasi Bimbingan Konseling Berbasis Karakter di Sekolah Islam Terpadu.

Siswoyo, D. (2013). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Sugianto, A. (2018). Pendekatan dalam Bimbingan dan Konseling: Suatu Kompilasi Pendekatan dalam Bimbingan Konseling. Banjarmasin: CV IRDH.

Sukardi, D. K. (2008). Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Alfabeta.

Susanto, A. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Terry, G. R. (2016). Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Tohirin. (2013). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Rajawali Pers.

Triyono, D. (2018). Evaluasi Program Bimbingan Konseling dalam Pengembangan Karakter Peduli Sosial Siswa Sekolah Dasar.

Tunggal, A. W. (2019). Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan. Bandung: Pustaka Adhigama.

Wibowo, A. (2017). Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2012). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Yusuf, S. (2012). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zubaedi. (2017). Strategi Taktis Pendidikan Karakter. Depok: Rajawali Pers.

Downloads

Published

2026-09-07

How to Cite

Helin Suhendi, Yogi Saputra, & Anjaludin, A. (2026). Manajemen Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Karakter Siswa Putri Di MTS Darunnajah 2 Cipining Bogor. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(6), 511–525. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3171

Issue

Section

##section.default.title##

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)