Morfologi Kawasan Kelurahan Lolu Selatan Menggunakan Pendekatan Figure Ground di Kota Palu
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3207Keywords:
Morfologi Perkotaan, Figure Ground, Solid dan VoidAbstract
Perkembangan kawasan perkotaan menyebabkan perubahan bentuk fisik dan struktur ruang yang ditandai oleh meningkatnya pembangunan dan kepadatan bangunan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengkaji kondisi tersebut adalah analisis morfologi perkotaan dengan pendekatan Figure Ground. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara elemen solid (massa bangunan) dan void (ruang terbuka), serta mengetahui karakter morfologi kawasan di Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan digitasi peta, kemudian dianalisis menggunakan metode Figure Ground berdasarkan teori Roger Trancik (1986). Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi pola persebaran bangunan dan ruang terbuka serta karakter struktur ruang kawasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan di Kelurahan Lolu Selatan didominasi oleh kawasan perumahan seluas 61,91 Ha (38,09%) dan perdagangan-jasa seluas 41,77 Ha (25,70%). Analisis Figure Ground memperlihatkan dominasi elemen solid yang tersebar padat hampir di seluruh wilayah, sedangkan elemen void berupa jalan, halaman, dan lahan terbuka berfungsi sebagai ruang penghubung. Morfologi kawasan menunjukkan 3 karakter utama, yaitu pola homogen dengan susunan bangunan yang teratur, pola heterogen dengan bentuk serta orientasi bangunan yang beragam dan pola dispersed memiliki pola menyebar dengan kepadatan bangunan rendah dan perkembangan ruang yang cenderung organik serta tidak terstruktur. Secara keseluruhan, Kelurahan Lolu Selatan memiliki karakter morfologi perkotaan yang didominasi oleh area terbangun, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan ruang perkotaan yang berkelanjutan.
References
Rahmawati Nasution, F. (2022). Studi pola morfologi Kecamatan Medan Helvetia. Talenta Conference Series: Energy and Engineering, 5. Talenta Publisher
Trancik, R. (1986). Figure ground theory dalam perancangan kota. Scribd. https://id.scribd.com Tallo, A. J., Pratiwi, Y., & Astutik, I. (2014). Identifikasi Pola Morfologi Kota (Studi Kasus: Sebagian Kecamatan Klojen di Kota Malang). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 25(3), 213-227.
Jordan, N. A., Sherlia., & Dewi, T. R. (2023). Figure-Ground Mapping: Studi Tipologi-Morfologi Ruang Terbangun Kota Balikpapan. SPECTA Journal of Technology, 7(2), 524–532. https://doi.org/10.35718/specta.v7i2.862
Penyusun. (2022). BAB IV Analisis Figure Ground, Penggunaan Lahan, dan Karakteristik Bangunan di Sekitar Kampus UNIMUS.
Conzen, M.R.G. (1960). Alnwick, Northumberland: A Study in Town-Plan Analysis. London: Institute of British Geographers.
Zahnd, Markus. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta: Kanisius. Yunus, Hadi Sabari. (2000). Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Zahnd, Markus. 1999. Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











