TOPONIMI NAMA-NAMA KELURAHAN DI KECAMATAN DUMAI SELATAN, KOTA DUMAI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Authors

  • Syofyani Muzdalifah Universitas Indraprasta PGRI
  • Hilda Hilaliyah Universitas Indraprasta PGRI
  • Friza Youlinda Parwis Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3210

Keywords:

toponimi, Dumai Selatan, nama kelurahan, kearifan lokal, pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan toponimi nama-nama kelurahan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, serta menjelaskan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif historis dan antropolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dokumentasi, dan penelusuran sumber tertulis. Objek penelitian meliputi empat kelurahan, yaitu Bukit Datuk, Bukit Timah, Bumi Ayu, dan Ratu Sima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat nama tersebut berbentuk frasa nominal serta memiliki makna leksikal, referensial, dan kultural. Rekapitulasi tujuh indikator temuan menunjukkan aspek perwujudan sebesar 28,6%, aspek kemasyarakatan sebesar 28,6%, dan aspek kebudayaan sebesar 42,8%. Bukit Datuk merekam kondisi rupa bumi dan kedudukan pemimpin adat; Bukit Timah berkaitan dengan rupa bumi dan pengetahuan lokal; Bumi Ayu memuat nilai moral, adat, dan harapan masyarakat; sedangkan Ratu Sima menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh Ratu Cik Sima dalam tradisi lokal Dumai. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran berbasis kearifan lokal pada teks naratif, legenda, deskripsi, eksplanasi, cerita sejarah, dan laporan hasil observasi.

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Dumai. (2004). Dumai tempo doeloe.

Hough, C. (2016). Introduction. In C. Hough (Ed.), The Oxford handbook of names and naming (pp. 1–14). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199656431.013.47

Humaidi, A., Djawad, A. A., & Safutri, Y. (2021). Bentuk satuan kebahasaan dan makna toponimi nama desa di wilayah Kabupaten Tabalong. Jurnal Basataka (JBT), 4(1), 30–40. https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/101

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rais, J. (2008). Toponimi Indonesia: Sejarah budaya bangsa yang panjang dari permukiman manusia & tertib administrasi. Pradnya Paramita.

Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1–17. https://doi.org/10.22225/jr.1.1.9.1-17

Sobarna, C., Gunardi, G., & Wahya. (2018). Toponimi nama tempat berbahasa Sunda di Kabupaten Banyumas. Panggung, 28(2), 147–160. https://doi.org/10.26742/panggung.v28i2.426

Sudaryat, Y. (2005). Pemakaian bahasa Sunda dalam sistem toponimi nama daerah di Jawa Barat. Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia.

Widianti, A., & Yuniseffendri. (2024). Toponimi nama kabupaten dan kota di Jawa Timur. BAPALA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(3), 305–317. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62700

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Syofyani Muzdalifah, Hilda Hilaliyah, & Friza Youlinda Parwis. (2026). TOPONIMI NAMA-NAMA KELURAHAN DI KECAMATAN DUMAI SELATAN, KOTA DUMAI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(6), 931–941. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3210

Issue

Section

##section.default.title##

Similar Articles

<< < 53 54 55 56 57 58 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>