LANSKAP LINGUISTIK DI JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3217Keywords:
lanskap linguistik, Jakarta International Stadium, kontestasi bahasa, fungsi informatif, pembelajaran Bahasa IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan variasi penggunaan bahasa, kontestasi bahasa, fungsi informatif dan simbolis, serta implikasi lanskap linguistik di Jakarta International Stadium (JIS) terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa tanda-tanda kebahasaan yang ditemukan di lingkungan JIS dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi visual, kemudian diklasifikasikan berdasarkan bentuk bahasa dan fungsi tanda. Sebanyak 50 data tanda dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bilingual Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris paling dominan, yaitu 30 data (60%), diikuti Bahasa Indonesia 10 data (20%), Bahasa Inggris 8 data (16%), dan campur kode 2 data (4%). Kontestasi bahasa tidak menunjukkan konflik terbuka, tetapi lebih tampak sebagai koeksistensi dan negosiasi antara Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pendamping yang mendukung kebutuhan komunikasi serta citra internasional. Fungsi informatif tampak pada petunjuk arah, informasi fasilitas, keselamatan, larangan, himbauan, promosi, dan layanan masyarakat. Fungsi simbolis tampak melalui representasi identitas nasional, modernitas, profesionalitas, dan orientasi internasional. Temuan tersebut menunjukkan bahwa lanskap linguistik JIS dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar autentik dan kontekstual untuk mengembangkan kemampuan mengamati, membaca, mengidentifikasi, menganalisis, berdiskusi, dan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
References
Aini, A. N., Yarno, Y., & Hermoyo, R. P. (2023). Lanskap linguistik di stasiun Surabaya Pasarturi. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(3), 795–814. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.691
Ananda, E. P. (2023). Daya minat dalam penggunaan bahasa Inggris dan pengaruhnya terhadap komunikasi masyarakat Indonesia. HIPOTESIS: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 2(1), 172–184. https://doi.org/10.62668/hypothesis.v2i01.664
Datang, F. A. (2023). Signage in public spaces: Impact of tourism on the linguistic landscape of Labuan Bajo. International Review of Humanities Studies, 7(1), 92–107.
Farhaeni, M., & Martini, S. (2024). Bahasa dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(1), 54–60.
Fibriasari, H., & Rahmadany, S. (2024). Linguistic landscape in Indonesia: What public and private signs reveal about Indonesia's language policy. Proceedings of the International Conference on Innovation in Education, Science, and Culture (ICIESC 2023). https://doi.org/10.4108/eai.24-10-2023.2341914
Fitria, S. L., & Setiawan, S. (2023). The use of English on linguistic landscape in Tulungagung: The initial evidence of language battle in public space. e-Journal of Linguistics, 17(1), 76–92. https://doi.org/10.24843/e-jl.2023.v17.i01.p10
Jem, Y. H., Beda, R., Utami, N. M. V., & Rafael, A. M. D. (2023). Public signs in Komodo National Park, Flores-NTT: A linguistic landscape study. SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra, 15(2), 95–109. https://doi.org/10.36733/sphota.v15i2.6307
Kuntarto, E. (2021). Sosiolinguistik: Teori dan praktik. Universitas Jambi.
Mahmud, E. Z., Ampera, T., Risagarniwa, Y. Y., & Sidiq, I. I. (2019). Kedudukan dan fungsi bahasa dalam permuseuman. Metahumaniora, 9(1), 54–64. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v9i1.22871
Rahmawati, A. (2022). Kontestasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing di Bandara Internasional Yogyakarta: Kajian Lanskap Linguistik. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS), 4, 75–81.
Rahmawati, A., Anoegrajekti, N., & Setiadi, S. (2023). Identity contestation in the linguistic landscape of Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta. Jurnal Gramatika, 9(2), 331–343. https://doi.org/10.22202/jg.2023.v9i2.6929
Rohmah, Z., Basthomi, Y., & Sholihah, D. N. (2024). Muslim majority yet without preference for Arabic: Mapping linguistic landscape studies in Indonesia. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 13(3), 600–610. https://doi.org/10.17509/ijal.v13i3.66953
Suri, I., & Datang, F. A. (2024). Language as social identity: A study of linguistic landscape in Meulaboh, West Aceh. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 9(2), 35–53.
Utomo, K. F., & Yannuar, N. (2023). Linguistics landscape in Mojokerto: Use of language on the Majapahit Kingdom site. Suar Betang, 18(2).
Wahyuni, L., Faizi, A., Islahuddin, I., Sohnui, S., & Novitasari, M. (2024). Culturally responsive learning: Linguistic landscape study of MINHA Tebuireng Jombang, Indonesia. Jurnal Kependidikan, 10(2), 749–759.
Widiatmika, P. W., Suastra, I. M., & Malini, N. L. N. S. (2023). Balinese diglossia shown by public signs as language vitality symbol from linguistic landscape perspective. Journal of Applied Studies in Language, 7(2), 193–206. https://doi.org/10.31940/jasl.v7i2.193-206
Wulandari, I., Khristianto, K., & Arbain, A. (2022). A linguistics landscape of an Indonesian metropolitan spot: A glimpse over Braga. Berumpun: International Journal of Social, Politics and Humanities, 5(1), 9–17. https://doi.org/10.33019/berumpun.v5i1.93
Yendra, & Artawa, K. (2020). Lanskap linguistik. Deepublish.
Yulismayanti, Y., Iye, R., Susiati, S., Harziko, H., Taufik, T., & Abida, F. I. N. (2022). Psychological analysis of landscape linguistics in public spaces in Buru Island. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 5(3), 484–491. https://doi.org/10.34050/elsjish.v5i3.22549
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











