Analisis Kritis Struktur Ketatanegaraan Indonesia dalam Hukum Positif Perspektif Teori Trias Politica

Authors

  • Andra Alifiawan Universitas Suryakancana
  • Ateu Yuanita Universitas Suryakancana
  • Haya Nur Fadhilah Universitas Suryakancana
  • Fardahsya Amatul Wakeel Universitas Suryakancana
  • Muhammad Rahman Jaelani Universitas Suryakancana
  • Dedi Mulyadi Universitas Suryakancana

DOI:

https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3308

Keywords:

struktur ketatanegaraan, trias politica, Indonesia, hukum positif

Abstract

Indonesia berdasarkan hukum positif pascaamandemen UUD NRI Tahun 1945 serta menilai kesesuaiannya dengan teori Trias Politica, khususnya dalam pembagian kewenangan dan penerapan prinsip checks and balances. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer berupa UUD NRI Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan terkait, sedangkan bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amendemen UUD NRI Tahun 1945 pada 1999–2002 mengubah struktur ketatanegaraan Indonesia dari sistem yang menempatkan MPR sebagai lembaga tertinggi menjadi sistem yang menempatkan lembaga-lembaga negara secara sederajat sesuai kewenangan konstitusionalnya. DPR menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan; Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan; MA dan MK menjalankan kekuasaan kehakiman; sedangkan MPR, DPD, dan BPK memiliki kewenangan khusus. Pembagian kewenangan tersebut secara umum sejalan dengan tujuan Trias Politica karena mencegah pemusatan kekuasaan pada satu lembaga. Namun, Indonesia tidak menerapkan Trias Politica secara murni, melainkan mengadaptasinya melalui sistem presidensial dengan prinsip checks and balances. Tantangan penerapannya terletak pada potensi tumpang tindih kewenangan, lemahnya pengawasan DPR akibat pengaruh politik, serta perlunya independensi lembaga peradilan. Oleh karena itu, efektivitas pembatasan kekuasaan tidak hanya bergantung pada pengaturan konstitusi, tetapi juga pada konsistensi lembaga negara dalam menjalankan kewenangan secara independen, akuntabel, dan sesuai konstitusi.

References

Alqusri, R., Makinara, I. K., & Achayar, G. (2025). Politik Hukum Hak Angket : Analisis Terhadap Celah Legislasi dalam Undang-Undang Tentang MPR , DPR , DPD , dan DPRD dalam Pelaksanaan Pemilu 2024. 12(1), 332–342. https://repository.ar-raniry.ac.id/53244/1/12480-Article Text-42220-1-10-20250829.pdf

Asfia, H., & Nugraha, S. (n.d.). Problematika Yuridis Objek Hak Angket DPR Dalam Pelaksanaan Fungsi Pengawasan. 1–22. Retrieved file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/51988-Article Text-165137-182645-10-20260828.pdf

Badan Pengkajian MPR RI. (2017). Checks and Balances dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. https://www.mpr.go.id/img/jurnal/file/250322_2017 _ Checks & Balances dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.PDF

Badaruddin, S., Supriadi, S., & Ramadhani, S. I. (2022). Dinamika Kelembagaan Negara Berdasarkan Pasca Amandemen Undang-Undang Dsar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3, 31–47. https://jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/qisthosia/article/view/167/181

Davi, M., & Yusuf, M. A. (2026). Analisis Pengawasan Kekuasaan Pemerintah dalam Perspektif Hukum Tata Negara Indonesia: Analysis of Oversight of Government Power from the Perspective of Indonesian Constitutional Law. YASIN, 6(3), 2416–2427. https://doi.org/10.58578/yasin.v6i3.9979

Dhikshita, I. B. G. A., Sinta, D. C., & Irawan, C. D. (2022). Politik Hukum dan Quo Vadis Pembentukan Undang-Undang dengan Metode Omnibus Law di Indonesia. 165–184. https://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/viewFile/3/pdf

Eddyono, L. W. (n.d.). Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara oleh Mahkamah Konstitusi. Retrieved file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/melisafd,+1-Luthfi+Widagdo+Eddyono.pdf

Fatimah, S., & Alfarisi, M. A. (n.d.). Desain Konstitusional Pengawasan Parlementer di Indonesia : Antara Kewenangan Normatif dan Realitas Politik The Constitutional Design of Parliamentary Oversight in Indonesia : Between Normative Authority and Political Reality. 1–21. Retrieved file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/51769-Article Text-164482-181934-10-20260819.pdf

Harianja, F. M., Pinasang, D. R., & Lumintang, D. S. S. (2024). Implementasi Pemilihan Umum Presiden Dalam Kajian Konstitusional Sistem Presidensial di Indonesia. 12(4). file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/FICESSSS.pdf

Isnaeni, B. (2021). Trias Politica dan Implikasinya dalam Struktur Kelembagaan Negara dalam UUD 1945 Pasca Amandemen. VI(2), 97–110. https://jurnal.uai.ac.id/index.php/JMIH/article/view/839

Jambek, I. (n.d.). Analisis Urgensi Penerapan Kerangka Anggaran Jangk Menengah dalam Penganggaran (Analisis Hubungan KAJM, RPJMN, dan MTFF). Retrieved https://anggaran.kemenkeu.go.id/api/Medias/a0867efe-d679-41a1-9617-a354d800e0c0

Jhordy, G. (1945). Redesain Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Dalam Tinjauan Checks And Balances. 1–11. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/51813-Article Text-164593-182050-10-20260820.pdf

Kamase, M. F. (2020). Independensi Lembaga Negara di Bawah Bayang-Bayang Perluasan Kewenangan DPR RI Melalui Revisi Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tetntang Tata Tertib. 1–11. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/51889-Article Text-164823-182305-10-20260824.pdf

Muda, I. (2023). Tindak Lanjut Lembaga Negara Pembentuk Undang-Undang Terhadap Pesan Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/jk2012/21

Nainggolan, A. P., & Siallagan, H. (2022). Mekanisme Checks and Balances Sistem di Indonesia Menurut UUD 1945. 01, 108–127. https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/administrative_law/article/view/2406/1032

Nasution, M., & Saragih, G. M. (2023). Efektivitas Penerapan Check and Balances : Perbandingan Presidensial Indonesia , Filipina , dan Korea Selatan. 2(2), 1–15. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/43781-Article Text-136983-151389-10-20251006.pdf

Pangaburibuan, R. R. F., Palilingan, T. N., & Wewengkang, F. S. (2023). Pembagian Kekuasaan Dalam Sistem Pemerinatahan Di Indoensia. 18(5). file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/publika2016,+30.+YANA+SUKMA+PERMANA.pdf

Prof. Dr. Ellydar Chaidir, S.H., M. H. (2020). Hukum Tata Negara Indonesia. PT Raja Grafindo Persada. https://repository.uir.ac.id/24756/1/4. Buku Hukum Tata Negara (Editor).pdf

Pulungan, R. A. R., & A.L.W, L. T. (2022). Mekanisme Pelaksanaan Prinsip Checks and Balances Antara Lembaga Legislatif dann Eksekutif Dalam Pembetukan Undang-Undang Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. 4. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/13528-49025-1-PB (1).pdf

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 225/PUU-XXIII/2025. Retrieved https://www.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_13657_1768793135.pdf

Rohman, M. M., & Naidarti. (2024). Independensi kekuasaan kehakiman dalam Sistem Trias Politica di Indonesia. 2, 190–207. https://e-journal.iainfmpapua.ac.id/index.php/hunila/article/view/975/428

Said, A. R., & Ahmad, S. (2024). Hak Angket Dalam Penguatan Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 13, 361–376. https://doi.org/10.37893/jbh.v13i2.950

Sanusi, U., & Hadinatha, M. F. (2023). Menghidupkan Norma Inkonstitusional dalam Undang-Undang: Suatu Analisis Prinsip Checks and Balances. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/PDF+uci+sanusi+dkk.pdf

Sekertariat Jendral DPR RI. (n.d.). Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Retrieved https://jdih.dpr.go.id/index/uu1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Retrieved https://peraturan.bpk.go.id/Details/101646/uud-no---uud-1945-dan-amandemen

Ursipuny, F. B. (2024). Soft Trias Politica:Menguji Relevansi Dampak Antar Lembaga Kekuasaan di Indonesia. 2, 1–14. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jnomokrasi/id/article/view/34593/11559

Warsito, Wulansari, & Utami, S. (n.d.). Menata Ulang Relasi Presiden , MPR dan DPR Pasca Amandemen UUD. 5, 2002–2004. Retrieved https://jurnal.uic.ac.id/mustikajustice/article/view/499/322

Widodo, & Saputri, E. D. (2022). Urgensi Revitalisasi Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat untuk Menguatkan Check and Balances. 4, 1–10. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/51902-Article Text-164863-182348-10-20260824.pdf

Yulianita, E. P., Salman, R., & Ramadhan, R. (2024). Konstitusionalitas Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat pada Pengisian Jabatan Publik yang Tidak Diatur dalam Undang-Undang Dasar Nrgara Republik Indonesia Tahun 1945. 6(1), 99–115. file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/editor_amnesti,+6.+Erida+Putri.pdf

Yusuf, & Bahrudin, T. (2023). Tinjauan Yuridis Kebijakan Penggunaan Kekuatan Bersenjata Tentara Indonesia pada Penanganan Organisasi Papua Merdeka dalam Perspektif Hukum Tata Negara [Universitas Muhammadiyah Malang]. https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2925/28/BAB II (1).pdf

Downloads

Published

2026-11-04

How to Cite

Andra Alifiawan, Ateu Yuanita, Haya Nur Fadhilah, Fardahsya Amatul Wakeel, Muhammad Rahman Jaelani, & Dedi Mulyadi. (2026). Analisis Kritis Struktur Ketatanegaraan Indonesia dalam Hukum Positif Perspektif Teori Trias Politica. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(6), 1392–1406. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i6.3308

Issue

Section

##section.default.title##

Similar Articles

<< < 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)