PEMIKIRAN DEWI SARTIKA DAN REKONSTRUKSINYA PADA SMAS DEWI SARTIKA JAKARTA SELATAN DALAM PENULISAN SEJARAH
DOI:
https://doi.org/10.61722/jipm.v4i4.2835Keywords:
Dewi Sartika, kemandirian perempuan, historiografi pendidikan, SMAS Dewi SartikaAbstract
Ketidaksetaraan akses pendidikan bagi perempuan pada masa kolonial melahirkan pemikiran pendidikan dari seorang keturunan bangsawan Sunda, Raden Dewi Sartika, yang dikenal dalam sejarah sebagai pahlawan nasional pejuang emansipasi perempuan melalui pendirian Sekolah Isteri pada tahun 1904 di Bandung. Sekolah yang semula dikhususkan bagi perempuan tersebut, pada abad ke-21 telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan inklusif bagi laki-laki maupun perempuan, sebagaimana tercermin pada studi kasus penelitian ini, yaitu SMA Dewi Sartika Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis untuk mengkaji bagaimana gagasan pendidikan watak, kemandirian perempuan, dan keterampilan praktis/vokasional yang digagas Dewi Sartika diwariskan serta direkonstruksi dalam sistem pendidikan formal masa kini. Temuan menunjukkan bahwa pemikiran Dewi Sartika tidak terbatas pada pengajaran keterampilan domestik seperti menjahit dan memasak, melainkan turut membentuk kepercayaan diri, kemandirian ekonomi, serta kedudukan perempuan sebagai mitra sejajar dalam rumah tangga dan masyarakat. Nilai-nilai tersebut tetap relevan pada SMA Dewi Sartika Jakarta Selatan, terlihat dari visi sekolah yang mengintegrasikan semangat, kemandirian dan intelektualitas perempuan ke dalam kurikulum masa kini berorientasi kewirausahaan, penguasaan IPTEK, dan kesadaran lingkungan (Adiwiyata), meskipun sasaran pendidikannya sekarang tidak lagi dikhususkan hanya untuk perempuan saja. Penelitian ini menegaskan bahwa warisan pemikiran pendidikan Dewi Sartika bersifat menyesuaikan terhadap zaman, tanpa kehilangan substansi perjuangan awalnya dalam memberdayakan perempuan melalui jalur pendidikan.
References
Jurnal
Fauziah, A. (2024). Perjuangan Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan wanita Sunda. Heuristik: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1), 42–54.
Ikmal, dkk. (2024). Perjuangan Dewi Sartika dalam pendidikan di Kabupaten Bandung tahun 1904-1947. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.59024/jipa.v2i1.484. https://heuristik.ejournal.unri.ac.id/index.php/HIPS.
Nurhasanah, A., & Fadilah, P. R. (2024). Peran Raden Dewi Sartika dalam pendidikan kaum perempuan (1904–1920). JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10). https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/download/1878/1962/9367
Ratna, dkk. (2023). Dari domestik ke publik: Sejarah pendidikan kejuruan perempuan dari waktu ke waktu. SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora), 2(2), 175–186. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i2.1817
Sulistiani, Y., & Lutfatulatifah. (2020). Konsep pendidikan bagi perempuan menurut Dewi Sartika. Equalita, 2(2). http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/equalita/article/view/7036
Website Resmi
https://www.instagram.com/smadewisartikatebet/. Ditinjau pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 21:42 WIB.
https://sekolah.data.kemendikdasmen.go.id/profil-sekolah/6066659A-90D9-4816-972F-5593A828BAB4. Ditinjau pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 21:42 WIB.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











